“Antara Ada dan Tiada”

Aku duduk terpaku di dunia kecilku yang sarat akan banyak cerita ini. duduk merenungi hari-hari yang panjang membujur, seakan tiada yg bisa aku ungkapkan lagi selain diam dan membathin “lelah”.  Aku tidak mampu lagi menuliskan baris-demi baris yang seharusnya bisa aku rangkai menjadi sebuah cerita panjang atau sebuah cerita bersambung. akupun tidak mampu lagi melukiskan di atas kanvas, betapa hari-hari yg telah lalu adalah sebuah perjalanan panjang….bahkan….semua cerita yg terukir, tak mampu aku jadikan syair sebuah lagu, dawai gitarkupun sumbang entah dimana nada-nada-nya bersembunyi…..kenapa ? karena akupun tidak tahu akan bagaimana ending dari cerita ini. yang aku tahu bahwa aku layaknya sebuah wayang yang harus melakoni berbagai cerita  kehidupan, kadang menyedihkan, kadang bisa sedikit tersenyum.

Dan ketika aku berkata lirih “ini memang sudah jalanku” akupun hanya menghela nafas panjang sambil berucap  istighfaf. begitu panjang hari-hari yang harus aku lewati. kesedihan  dan kegembiraan silih berganti menghias setiap nafas yang ku hirup. berapa kadarnya ai ? aku tidak tahu…..yang kutahu hanya aku bisa tersenyum saat aku bahagia, tapi seringkali aku menangis saat aku terluka. dan mirisnya….senyumku tdk bisa membasuh air mata yg sering menetes.

Kenapa kau selalu haus akan air mataku, kenapa kau seolah tidak berhenti dari dahaga tangisku ? apa tangisku bisa memberikan kepuasan bathinmu….apa hanya tetesan air mataku yang bisa membuatmu tersenyum tiap hari ? padahal, aku hanya ingin memaknaimu dengan sederhana. dengan kasihku yang lembut, tanpa banyak mengeluh, tanpa banyak meminta.. apa itu salah…apa ini juga hal yang bodoh ?

Aku sering menulis namamu di atas pasir putih pantai yang kupijak, dan ku ukir sebaris  kata tentang cinta, namun selalu saja ombak mengikis-nya…selalu saja namamu hilang, datang dan pergi sesukamu. haruskah aku menunggui pantai ini sampai rambutku memutih, agar bisa ku abadikan sebuah cerita nyata tentangmu dan kubawa pulang semua JANJImu DI ATAS IKRAR ….

Apakah kamu tahu, setiap kata yang terucap di bibirmu, setiap janji yang kau bisikan….sudah menjadi janin di rahimku. dan ketika aku berjanji untuk menjaganya….angin kembali membawamu jauh…jauh dan tak kembali. cinta….dimana kau berada, mengapa begitu sulit kuraih sayapmu dan ku ikat di pundakku yang mungil…ku jadikan tempatku bersandar, tempatku berbagi tangis, tempatku berbagi tawa dan canda.

apakah mungkin masih ada hari esok dan pelangi yang tersenyum, serta sepasang kaki , untuk sekedar ku berjalan meneruskan langkah ini. Tuhan, aku ingin menuju syurga-MU. berikan aku sepasang  tangan yang kokoh, yang bisa meraih dan membimbingku. berjalan meneruskan langkahku walo tertatih. walopun aku tahu…bahwa hidupadalah sebuah proses datang dan pergi.

Dan aku tahu….bahwa kehidupan ini bagaikan cerita … antara ada dan tiada … tentangmu.

“Ich Liebe Dich, Weil Allah SWT”

Inilah Cinta !

Jagalah hatimu…

Gairah bukanlah benda yang bercahaya

Dan oleh karena-nya…..

Ia yang terbuang tidak akan memiliki-nya ketika kita sadar

Dan hidup yang bebas khayalan karena kenikmatan..

Cinta adalah duka cita…

Permulaannya adalah penyakit dan titik akhirnya adalah kematian

Karya : Ibn Al-Faridh

Sahabat…..sajak penyair di atas adalah sedikit peringatan bahwa kita harus berhati-hati terhadap cinta. Cinta kepada sesama manusia biasanya akan terasa sangat indah, sangat memabukan. semua yg di lalui bersama seakan penuh dengan warna-warni bunga syurga. Saat cinta sedang memuncak dan bergairah, kadang kita terlena dengan tujuan utama kita.

Apa sih tujuan orang mencinta itu ? Tujuannya supaya kita bisa mengenal satu sama lain sesuai syariah, dan apabila saling cocok alangkah baiknya melakukan pernikahan sebagai pelengkap ibadah.

Jangan terbuai terlalu lama dengan indahnya cinta sesama, karena keindahan cinta  itu ibarat gunung, indah jika di pandang dari kejauhan, tapi yg sebenarnya adalah terjal dan berliku.

Yang kadang mengherankan adalah ketika cinta membuat orang lupa segalanya, mau makan ingat pacar, mau tidur ingat pacar, mau mandi ingat pacar, lagi bengong  yang di lamunin pacar, ada orang lewat  dipanggil-panggil di kira pacar, duduk tersenyum-senyum sendiri ingat pacar, di tanya orang jawabannya gagap karena sedang mikirin pacar….haaduh….haduuuh….dunia serasa penuh dengan wajah sang kekasih….(*bisa-bisa di sangka kurang waras karena sering senyum-senyum sendiri ya) ;)

Dan yg kadang lebih menyedihkan saat pacaran jadi  lupa waktu…lupa segalanya…. lupa mengaji karena asyik chat sama pacar, selesai sholat lupa baca Quran karena mau buru-buru sms-an sama pacar, bepergian sama pacar sampai melalaikan waktunya sholat, astaghfirulloh hal adzim, jangan sampai kita melalaikan semua itu ya. Memang susah ya…cinta kalo sudah menggebu-gebu ada aja alasannya :)

Ada satu sajak dari shakespeare yang menggambarkan cinta yg mendayu-dayu :

ragukanlah bahwa bintang-bingang itu api

ragukanlah bahwa matahari itu bergerak

ragukanlah bahwa kebenaran itu dusta

tapi…..jangan pernah ragukan cintaku padamu

Cinta kadang membuat orang menjadi gila ..sahabat pernah membaca hikayat  yunani dan romawi kan ? dimana seorang Pygmalion bisa mencintai patung seorang wanita cantik hasil karya-nya sendiri. dia meratap bertahun-tahun memohon supaya patung itu di hidupkan. dan akhirnya venus sang dewi cinta atau aphrodite (dalam istilah mitologi yunani) menghidupkan patung itu dan kemudian diberi  nama galatea

Sah-sah saja orang ingat pada orang yg kita cintai, tetapi apakah kita lupa, darimana datangnya cinta ? siapa yang menghembuskan rasa cinta ke dalam hati sanubari kita? DIA-lah Alloh SWT sang penguasa cinta yg abadi. jadi sudah seharusnya cinta kita kepada Alloh  lebih besar dari cinta kita kepada manusia. sekarang bayangkan saja, siapa yang memberia kita hidup ? pacar bukan….bukan kan ? siapa yang memberi kita rizky….bukan pacar juga kan ? apa tau-tau rizky jatuh gedebug dari langit….hehehe tidak juga kan ? semua itu yg memberi adalah Alloh SWT, kehidupan, rizky, kesehatan, keluarga yang bahagia, sodara-sodara yang menyayangi kita…semua yg memberi adalah Alloh  SWT.


Dengan apa kita bisa membalas pemberian-NYA yang sudah sangat banyak ? yaitu dengan cinta. cinta yang ikhlas dan tulus kepada sang pemberi kehidupan. Cinta kita kepada sang Khaliq tidak terbatas ruang dan waktu. kapan saja kita mau curhat sama Alloh, Alloh  SWT pasti mendengarkan, kapan saja kita meminta rizky, kesehatan dan kebahagiaan, pagi, siang, malam kita boleh meminta sama Alloh. kalo sama pacar, masih terbatas ruang dan waktu bukan ?

Seorang pemikir islam hasrat inayat khan pernah mengatakan,” jika cinta adalah lampu senter yang menerangi jalan seseorang, maka ia akan menunjukan apa arti keadilan, kemuliaan kata,kemurahan hati dan ketaatan.” oleh karena itu cinta kita kepada sesama harus  dijadikan penyemangat supaya cinta kita kepada Alloh lebih baik lagi. karenannya, cintailah seseorang yang mencintai Alloh lebih dari segalanya…dialah orang yang selalu berkata,“aku mencintaimu karena Alloh SWT”

Orang yang mencintai kita karena Alloh SWT, karena dia ingin menyempurnakan ibadahnya kepada Alloh, pasti tidak akan bermain terlalu lama dalam cinta itu sendiri. saat hati sudah cocok, silaturahmi sudah terbentuk, pasti dia akan punya niat yg baik untuk menyegerakan pernikahan. jangan pernah bermain-main dengan cinta. kadang ada yg berfikir ,”ah nanti dulu ah…nikmatin saja dulu pacarannya…nikahnya mah entar-entaran aja” Astaghfirulloh hal adzim.


Semakin lama kita ada dalam lingkaran cinta sesama, dan tidak menyegerakan untuk menikah, maka makin banyak dosa yang akan terbentuk. jangan takut untuk menikah, karena saat hati sudah mantap, niat kita sudah baik dan benar, insya alloh, Alloh SWT yang akan memudahkan segalanya. memudahkan rizky, memudahkan pekerjaan, melipat gandakan pahala setiap ibadah kita, Allohu Akbar. ini adalah nikmat yang tiada tara yang harus kita syukuri.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mencintai seseorang karena Alloh SWT, untuk lebih meningkatkan Taqwa kita dan bersama-sama  menuju jalan yang di ridhoi Alloh SWT

Love is a tie that only can be felt not to be touched

L’amour est culte

Ich liebe dich, weil Allah SWT

“Kemanisan Iman”

Bismillahirrahmanirrahim

Rasululloh SWT bersabda,” ada 3 hal  yang jika ada dalam diri seseorang maka ia akan menemukan kemanisan iman yaitu Alloh SWT dan Rasul-nya lebih dia cintai dari pada selain keduanya, mencintai seseorang karena Alloh SWT dan enggan kembali kafir sebagaimana kebenciannya di lemparkan ke dalam neraka

Semoga kita termasuk orang-orang yang akan selalu ada dalam  kemanisan iman

alhamdulillahirobbilalamin

 

 

“Don’t Stop Me Now”

(Cerita ini di ambil dari kisah nyata seorang wanita yang sedang berjuang demi hidup dan masa depannya…semoga ini bisa di jadikan bahan pembelajaran buat kita semua)

:)

Kesedihan, kegagalan, penderitaan itulah kata-kata yang seharusnya membuat hidup Zahrani terpuruk sekarang. Kesedihan karena banyaknya masalah yang menggunung, kegagalan karena bahtera rumah tangga-nya sudah kandas dan penderitaan karena sekarang harus dia jalani kehidupan ini sendiri pasca kegagalannya itu.

Seharusnya saat ini dia sedang menangis sedih, berderai air mata, merenung tiada henti dan menjalani hari-hari tanpa semangat. tapi bukan itu yang aku lihat dari diri Zahrani. aku melihatnya begitu tegar, tidak tampak sedikitpun penderitaan terpancar dari wajahnya. Senyum sumringah itu masih tetap seperti yang dulu. Tegur sapa-nya masih seramah hari-hari kemarin. tiada yang berubah. justru aku melihat pancaran penuh semangat yang sangat menggebu untuk menjalani hari-hari sendiri yang begitu panjang.

Ada apa denganmu zahrani ? apa semuanya sedang kamu pendam, ataukan hanya di luar kau terlihat penuh semangat tapi didalam kau sudah rapuh dan menangis saat tak ada orang yang melihatmu ?

Aku mulai mendekatinya yang sedang asyik mengetik laporan, aku pandangi wajahnya yang terlihat lelah tapi tetap selalu ada senyum. aku coba bertanya tentang banyak hal, dan dia menjawab dengan sangat lugas tanpa ada beban. tanpa ada siratan kesedihan.

Dan aku mulai penasaran, aku pandang matanya dan mulai kulontarkan banyak tanya,“Zahrani, kenapa tiada kesedihan di hatimu ? padahal semuanya sudah hancur, apa kamu malah senang dan menikmati keadaan ini ?”

Dia memandangku dan kembali tersenyum. menghela nafas panjang dan menjawab,” Diajeng, kalo aku terpuruk, kalo aku menangis, kalo aku menjerit….apakah semua masalahku akan terselesaikan ? apa semua masalahku akan kembali menjadi baik ? apa rumah tanggaku akan kembali seperti semula? Tidak diajeng, aku harus hidup, bukan cuma untuk aku sendiri…tapi untuk buah hatiku dan untuk orang – orang yang aku sayangi”

:)

Aku kembali bertanya,” apa kamu kuat menanggung semuanya ? kenapa kamu tidak berhenti sejenak untuk refreshing, menenangkan diri, mencari ketenangan jiwa dahulu baru kamu melanjutkan kehidupanmu dengan sesuatu yang baru ?”

Zahrani kembali menatapku tajam. Dia merangkul bahuku seraya berkata,” Diajeng, Waktu itu sangat berharga buatku. karena waktu tidak mungkin bisa kita beli dengan apapun. kalo hari ini aku berhenti, maka aku akan kehilangan waktuku yang seharusnya bisa ku gunakan untuk berbuat hal-hal yang baik.

:)

Ya Tuhan, dia tersenyum seolah tidak ada beban, apakah aku akan bisa seperti Zahrani jika aku mengalami hal seperti ini. Apa aku mampu bertahan tanpa air mata jika aku harus kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup, rumah tangga yang menjadi tumpuan harapan masa depanku.

Melihat aku termenung, Zahrani menghentikan pekerjaan-nya. dia duduk dengan wajah yang sangat serius di hadapanku. Dia bilang,” Diajeng, aku masih punya harapan, dan aku ngga mau kehilangan itu. jika aku kehilangan harapan, maka aku akan kehilangan energi untuk bertahan hidup.jika aku kehilangan keberanian untuk berubah, maka aku akan kehilangan kemampuan untuk mewujudkan mimpi-mimpiku, jadi….jangan minta aku berhenti sejenak, karena aku akan kehilangan waktuku yang sangat berharga.”

:)

Aku ikut tersenyum, dan aku berjanji dalam hati…aku ingin seperti zahrani yang bisa melewati semuanya dengan hati ikhlas, dengan hati lapang dan dengan semangat yang terus berkobar untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Aku percaya bahwa “kebaikan akan berbuah kebaikan”

“Don’t stop me now,diajeng” kalimat itu yg terus membekas dan terngiang. kenapa harus  berhenti sejenak….kenapa harus terus terpuruk sedangkan waktu semakin  cepat berjalan…..kenapa harus menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna kalo kita tahu bahwa setiap detik sangatlah berharga…berharga untuk kehidupan yang lebih baik…berharga untuk selalu berbuat baik..dan berharga untuk membuat orang-orang yang kita cintai…dan kita sayangi bisa  bahagia :)



Bila Hati Rindu Bertemu

Assalamualaikum,wrwb :)

Alhamdulillah wahai sahabat, hari ini diajeng bisa menyempatkan diri untuk hadir kembali di kebun mawar. Rindu sekali rasanya ingin menyapa teman-teman semua, tersenyum dan bercengkrama seperti dulu…namun terkadang waktu berlalu begitu cepat. detik, menit dan jam seolah berkejaran di sepanjang waktu yg terus berpacu. Tapi Alhamdulillah hari ini kita bisa bertemu lagi yach…

Sungguh kerinduan ini serasa menyesakan dada. Kerinduan tentang banyak hal, rindu ingin menengok blog para sahabat, rindu ingin merangkai kata, merangkai bait-bait symphoni, merangkai nada-nada cinta kita kepada Alloh SWT…aaah semuanya serasa mengiris kalbu terdalam :)

Dan lebih kecewa lagi….ketika sepenggal niatku semalam tidak tersampaikan, niat untuk membasuh kerinduan kepada sang penguasa hati, penguasa kehidupan….sunggu hati ini menangis pilu. yah niat, hanyalah tinggal niat, tapi malam yg dingin sudah melelapkan tidurku hingga niat tahajud disepertiga malam-MU semalam pudar sudah

Tapi Maha Besar ENGKAU Ya Alloh, karena Aisyah meriwayatkan, Rasululloh pernah bersabda : Siapa yg berniat untuk tahajud kemudian terlelap tidur (hingga subuh tiba) niscaya Alloh tetap mencatat untuknya ganjaran tahajud dan tidurnyapun di anggap sedekah baginya (HR Baihaqi)

Subhanalloh, betapa Cinta-MU kepada kami sangat begitu besar Ya Alloh, sehingga bisa memaklumkan lupa dan lalai. Ah jadi malu sama diri sendiri, kadang kalo kita mencintai seseorang dan orang itu lupa akan janjinya kepada kita, pasti kita sudah manyun, marah, ngedumel, bahkan kadang ngga ditanyain sampai lamaaaaa…hihihi…duduuutz juga yach… itulah kita sebagai manusia. harusnya kita malu sama Alloh SWT, kalo Alloh  SWT saja bisa memaklumi dan memaafkan kenapa kita tidak. Ayo sahabat, makannya kita harus menjadi seorang yg pemaaf ya…marah ngga boleh lama, manyun ngga boleh sering ah pokoknya berusahalah untuk selalu berbuat yg terbaik ya :)

Rindu itu buah dari cinta, entah itu cinta kita kepada sesama manusia ataupun cinta kita kepada Alloh. tapi hendaknya cinta kita kepada sesama manusia tidak melebihi cinta kita kepada Alloh SWT

Cinta membutuhkan kualitas, bukan hanya kuantitas. cinta kita kepada manusia membutuhkan rasa saling pengertian, kesabaran, kejujuran,keterbukaan dan kasih yg tiada batas, kasih yg akan selalu ada dikala suka,duka,susah,sedih dan gembira. kala pasangan kita terpuruk dan kala pasangan kita berhasil, kasih yg akan selalu memaafkan di kala pasangan kita salah, kasih yang akan selalu tumbuh penuh cinta dari hari ke hari.


Sedangkan kualitas cinta kita kepada Alloh bisa selalu kita rawat dengan banyak berdzikir, banyak bertahajud, banyak mendekatkan diri, melakukan segala kewajiban yg di perintah-NYA dan menjauhi segala larangan-NYA. Tahajud adalah ruang cinta yang indah, karena tahajud adalah pertemuan sakral yg indah dimana kita bisa bercengkrama dengan Alloh SWT.

Semoga ENGKAU ya Alloh…selalu memberikan jalan terang kepada kami, mengingatkan kami disaat khilaf, menuntun jalan kami ke arah yang lebih baik dan mengampuni segala dosa-dosa kami. jadikan kami golongan orang-orang yang selalu rindu kepada-MU…selalu ada di jalan-MU dan selalu menjalankan perintah-MU……amin….amin Ya Rabb :)

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.