“Sehari 10 Orang Teman”

Image
Bunda saya pernah bilang, janganlah  engkau mencari musuh, tapi carilah teman sebanyak mungkin. kenapa ? karena  dengan memiliki banyak teman, engkau akan lebih punya banyak ilmu. itulah mengapa saya memaksa diri saya sendiri untuk membuat target mencari teman sebanyak-banyaknya.

 

Jika beberapa tahun yang lalu, ketika pertama kali saya membuat blog dan kemudian belajar menjadi blogger, belajar menjadi admin dibeberapa situs, belajar aktif di beberapa organisasi, jiwa saya menjadi sangat hidup. saya banyak belajar tentang berbagai macam karakter orang, berbagai hal dari tulisan-tulisan yang di posting dan saya mengambil hikmah yang besar dari sana.

 

Teman bisa di cari dimana saja, di kantor, di perjalanan, di lingkungan rumah, di blog, di kampus, dan di beberapa situs-pun bisa seperti halnya disini. yang penting niat dan tujuan-nya baik.

 

Ketika saya mengembara mengarungi tulisan demi tulisan yang di posting para senior saya, sungguh itu suatu hal yang bisa memperbaiki kebodohan saya tentang banyak hal yang saya tidak ketahui sebelumnya. Bukankah Allah SWT sudah menyediakan ilmu seluas samudra yang takkan pernah habis kita timba. tinggal bagaimana cara kita mendapatkan ilmu tersebut.
 
Apakah hanya dengan diam, ataukah dengan banyak membaca, banyak berorganisasi, banyak mengenal orang, banyak berinteraksi positif dengan orang-orang disekeliling kita. Tidak hanya kepada orang sukses kita bisa berguru, tetapi pada semua jenis makhluk Tuhan yang ada di bumi ini. Pada semut, pada kancil, kepada gigihnya seorang dosen, pada kesabaran seorang  dokter, pada kesederhanaan seorang  pengemis dan banyak lagi yang bisa kita jadikan guru (pelajaran hidup)

 

Dan ketika semuanya bisa bersinergi  dalam kehidupan saya, dan saya bisa mendapatkan hikmah positif yang besar, disitulah saya akan merasa  bahwa hidup dan semangat saya membara,  menghidupkan mesin kehidupan ini menjadi berlari begitu cepat untuk mencapai tujuan hidup saya.
Bukankah memperbanyak teman itu artinya menyambung tali silaturakhmi, dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأُ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menyambung tali silaturahimnya.” (HR. Al-Bukhari)

 

Dan haditz ini menjadi salah satu alasan penting selain alasan-alasan saya di atas, semoga Allah SWT memberikan kita semua (*orang-orang yang memperbanyak teman, menyambung silaturakhmi), diberikan rizky yang melimpah dari segala pintu dan memberikan panjang umur  yang panjang yang bisa kita manfaatkan untuk lebih banyak berbuat kebaikan
Amin ya Rabb :)

Image

 

(*Tulisan ini saya posting juga di http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/03/03/sehari-10-orang-kawan-539701.html)
 

“FOCUS, Apakah Itu Berlaku Untuk Doa Saya”

Malam ini saya sedikit di landa 1 pertanyaan yang menggelitik hati saya. ini tentang 1 kata yang sudah tak asing lagi buat kita yaitu “FOCUS”
1 kata ini hari ini sedikit mengusik hati saya. Jujur saja, kata ini pernah menjadi pelajaran berharga buat saya, terutama ketika beberapa tahun yang lalu saya belajar tentang Multi Level Marketing di High Dessert Indonesia. mentor saya dari surabaya yaitu bapak chandra, bapak julianto, ibu anggraini dan bapak lion,beliau-beliau adalah orang-orang yang banyak mengajari saya tentang makna dari kata ini.

“Jika kamu punya mimpi, perjuangkan mimpi kamu dengan segala upaya dan doa, focus pada satu tujuan dan gapailah dengan penuh semangat, jangan biarkan fikiran kamu bercabang terhadap tujuan-tujuan yang lain sebelum mimpi kamu itu bisa tercapai”

Dan sejak saat itu, saya mulai memperjuangkan mimpi saya, saya focus terhadap apa yang sudah saya tulis di dream’s book saya, tanpa memikirkan tujuan-tujuan lain dulu sebelum tujuan yang satu itu tercapai. Masih terngiang jelas beberapa tahun yang lalu ketika sahabat saya (*lebih tepatnya mantan orang yang pernah ada di hati saya) :D nun jauh disana juga memberikan satu bekal,

“if u have a dream, please  Set goals which are SMART honey, Specific, Measurable, Achievable, Relevant,and Time bound…u must Motivate yourself constantly while you are working towards your goal…and Stay focused on your goal, and enjoy the process of achieving it, i will be with u” :)

Ah itu cerita jaman dulu, sampai akhirnya cerita itu harus berakhir dengan kegagalan saya di High dessert Indonesia. dan satu sebabnya karena TIDAK FOCUS.
Itu hanya sepenggal cerita tentang keinginan dunia saya, saat ini saya kembali ingin menelaah arti kata focus untuk diri sendiri. Sejak saya berhijab, saya tahu bahwa ada perubahan besar di diri saya yang sangat berkeinginan bukan hanya sekedar tubuh saya yang terbalut kain penutup aurat, tetapi hati saya juga ingin berhijab.

Dan salah satu pupuk yang bisa menyuburkan keinginan saya adalah doa. Banyak memanjatkan doa kepada Allah SWT itu apakah salah ? terkadang saya merasa kok diri saya begitu serakahnya dalam berdoa. banyak sekali doa-doa yang saya minta dari Allah, minta di ampuni dosanya, minta rizky yang melimpah, minta karir yang lebih baik, minta di mudahkan dalam segala perkara, minta diberikan anak-anak yang sholih dan sholihah, minta di panjangkan umurnya, minta dibangunkan keluarga yang sakinah mawadah warokhmah, minta kebahagiaan di dunia dan diujung doa, selalu minta di bahagiakan di akhirat dengan meminta syurga sebagai tempat terakhir yang abadi.

 

“Banyak sekali doamu,diajeng” (*nggak apa-apa ya….namanya juga manusia) :)

 

Apakah dengan banyak doa itu artinya saya tidak focus dan serakah, tetapi bukankan Allah SWT menyukai hambanya yang memohon kepada-NYA, mengadu kepada-NYA, curhat kepada-NYA. sebagaimana saya pernah mendengar bahwa Allah SWT Allah mempunyai malaikat yang sentiasa berkeliaran di jalan mencari ahli zikir dan karana doa adalah inti pati dari segala ibadah. Orang yang enggan berdoa dianggap sebagai orang yang sombong, takabur dan congkak.
Jadi  dalam pengertian saya, mungkin jika saya banyak berdoa, bukan berarti saya serakah dan tidak focus, tetapi karena saya tahu bahwa Allah SWT lebih menyukai hambanya yang banyak memohon kepada-NYA dan satu alasan yang penting lagi karena saya tidak tahu doa mana yang akan di jabah atau di kabulkan dulu oleh Allah SWT. Mungkin  saja hari ini Allah mengabulkan untuk menambah rizky saya, atau besok mungkin Allah mengabulkan untuk mempermudah karir saya, dan begitu seterusnya hingga kelak ketika sang malaikat maut hendak menjemput saya mudah-mudahan Allah mengabulkan doa terakhir saya, untuk bisa menjadi ahli Syurga-NYA, amin Ya rabb.

 

Sungguh saya percaya bahwa Allah SWT maha tahu apa yang akan terjadi di kehidupan saya selanjutnya dan tugas saya hanya menjalani kehidupan ini dengan baik, dengan lurus, ikhlas, jujur, meninggalkan segala larangannya dan mentaati segala perintahnya, banyak berdoa dan selalu menjaga iman dan taqwa.
Dan saya sungguh percaya bahwa tak ada satu tempatpun yang tersembunyi dari penglihatan Allah SWT, dan karena-nya saya akan menjaga perbuatan dan perkataan saya supaya saya menjadi pantas untuk di pilih Allah SWT sebagai salah satu ahli syurga-NYA.
Amin

Mawarku2

(*Tulisan  ini saya posting juga di rangkaian kata hati saya di http://fiksi.kompasiana.com/cerpen/2013/03/02/focus-apakah-itu-berlaku-untuk-doa-saya-539555.html#)

“Ciuman dari Syurga”

mawarmerah3

Malam itu kian mencekam, tatkala ku lirik jam sudah menunjukan pukul 23.00. ini bener-bener kelewatan, harusnya jam segini aku sudah harus memasuki babak kedua dalam impian yang menerbangkanku ke langit ke sebelas :D ini kenapa mata sulit sekali terpejam. Duhai separuh hati, apakah nun jauh di sana dikau juga masih terjaga. mencoba kembali bersembunyi di dalam selimut, dengan lampu kamar yg sudah remang supaya lebih cepat terlelap. sesekali menghadap ke kanan, serasa ada yang tidur di sebelah kiriku, berbalik menghadap ke kiri, serasa ada yang melihat di sebelah kananku, mahluk apa itu atau hanya bayangan perasaan karena sedang di tinggal jauh.
terduduk diam memeluk guling, menyalakan kembali lampu kamar. mengambil 4 buah al Qur’an. satu ku taruh di atas bantal, satu di kanan, satu dikiri, dan satunya ku dekap erat, berharap bisa sedikit menenangkan dan bisa terlelap pulas.
Duhai malam,bawa segera aku ke dalam lelap, agar esok bisa ku bangun subuhku dengan sempurna. kalimat takbir dan tasbih mulai mengalun lembut dari bibirku yang mungil. seiring gerakan tanganku yang makin melemah menghitung satu demi satu butiran tasbih, “subhanallohi wal hamdulillahi wala illaha illalloh hu allohu akbar, astaghfirulloh hal adzim”
Dan malampun menggigit sempurna, ketika samar-samar aku seperti berada di suatu tempat yang di penuhi awan putih. Tubuhku yang mungil berbalut sutra putih tergerai memanjang layaknya gaun pengantin. Berjalan di sebelahku seorang ibu yang tiada bisa ku lihat wajahnya. Dia menggandeng tanganku lembut dan membawaku menaiki satu demi satu tangga yang dikiri kanan-nya hanya terdapat awan putih.
Akupun sampai pada semua ujung tangga, yang di depannya hanya ada hamparan awan dan setitik cahaya terang. Akupun tertunduk dan seketika bertanya,
“Wahai ibu, dimanakah ini ? aku tidak mengenali tempat ini,”kataku
“Anakku, kau masih ada di duniamu, aku hanya ingin membersihkan hatimu saja,” sahutnya
Ibu itupun melanjutkan bicaranya,” Anakku, apakah kau menyayangi ayahmu ?” katanya pelan
Akupun mengangguk,”ya ibu, aku sangat menyayangi orang tuaku,” sahutku
Ibu itu menepuk bahuku halus,” Karena kau sayang orang tuamu, maka berhijablah anakku, perbaiki akhlakmu, tutuplah auratmu, sebagaimana firman Allah surat Al Ahzab : 59, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anakmu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
mulai-lah menuju kebaikan, keteguhan iman, jadikan lisan-mu, tangan-mu, mata-mu, dan seluruh anggota tubuhmu sebagai ladang ibadah, bersihkan hatimu dari rasa iri dengki dan kesombongan, jauhi semua yang di larang oleh Tuhan-mu dan taati semua perintah-NYA, niscaya engkau akan kembali ke sini dalam keadaan sholihah. dan ketika waktu itu tiba, kamu boleh masuk ke syurga Allah SWT dari pintu manapun yang kamu suka.” katanya lembut
Ibu itu mencium keningku dengan hangat, dan dia berjalan menjauh…jauh dan menghilang. dan akupun terjaga dalam mimpi yang sempurna.
Ya Allah yang maha pemberi mimpi, terima kasih masih memberikan waktu untuk memperbaiki diri, semoga hari ini adalah titik dimana aku mulai bisa melangkah menyusuri jalan-jalan kebaikan di depan sana. Ciuman dari syurga itu, telah membawaku kembali ke pelukan Sang Penguasa hati.

665729kxlziwnvoh

(*Tulisan ini di posting juga di rangkaian tulisan saya di http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2013/03/01/ciuman-dari-syurga-539285.html)

“Harga Seorang Pembuat Formula”

Sekolah setinggi bintang  untuk mendapat gelar Sarjana Kimia.
Kepala puyeng otak selalu manteng hanya untuk menghafal reaksi semata.
 
Lulus dengan nilai bagus supaya dapet kerja dengan mulus.
Dapet perusahaan bagus yang kata orang pasti gede fulus
 
Tak disangka, Setiap haripun masih berkutet dengan reaksi-reaksi kimia
Tangan rusak, paru-parupun  terkontaminasi berbagai  macam senyawa
 
Nyiptain banyak produk yang merajai dunia usaha
Tak ada satu orangpun yang tidak mengenal produk yang ku cipta
 
Tapi mengapa karirku begini-begini saja
Ini salah siapa sebenarnya ?
Apa harus mencari pengusaha yang masih punya  hati dan jiwa
Supaya lebih di pandang dengan tidak sebelah mata
Atau kah lebih baik mencipta sendiri satu usaha
 
Duhai pengusaha,
Seberapa besar engkau menghargai seorang pembuat formula ?
(*Puisi ini di posting juga di rangkaian tulisan saya di http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/03/01/harga-seorang-pembuat-formula-539254.html)
Image

“Garwo Itu Sigaring Nyowo, Cintai Dia Dalam Suka Dan Duka”

3 hari yang lalu, aku mendapat satu pertanyaan “ apa tujuan hidupmu sebenarnya?”
aneh kedengaran-nya. di saat usia sdh dewasa, msh terbersit pertanyaan itu tp nggak papa, ini satu pertanyaan simple yang aku sendiri harus bijak menjawabnya.
di usia yg sdh tidak lagi ABG, di saat kita tidak tahu kapan kita akan di panggil, mungkin nanti malam, mungkin besok, mungkin sebulan lagi, setahun lagi, atau alhamdulillah jika 70 tahun lagi :) yang ada dalam fikiran hanyalah “ bagaimana menjalani sisa hidup ini menjadi orang yang baik dan selalu berbuat baik untuk orang-orang yg kita cintai”
apa step-stepnya diajeng ?
baik….ini yang sedang dan ingin selalu di lakukan sesuai niat hati terdalam
1.Bertaubat
Bertaubat adalah jembatan supaya kita bisa melangkah ke arah yang lebih baik. bertaubat artinya kita berjanji pada Allah SWT dan pada diri sendiri untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahan dimasa lalu, meninggalkan kemungkaran-kemungkaran yang tidak sesuai aqidah dan mulai untuk menjalankan semua perintah-NYA
“apa realisasi yang sudah kamu lakukan diajeng ? melakukan sholat taubatan nasuha dan berhijab.
Pernah mendengar seorang gadis kecil yang berkata polos “kalo kita tdk menggunakan jilbab, maka sholat kita dan doa-doa kita untuk orang tua tidak akan di terima sama Allah SWT”
astaghfirullah, terlepas itu benar atau tidak (*maklum ilmu-nya belum nyampai) tapi itu hal positif yang memang tidak ada ruginya untuk dilakukan, bukankah agama kita juga menganjurkan kita menutup aurat ?
Pernah suatu ketika mendapat sindiran,” jika ada 2 permen yang jatuh, yang satu masih lengkap dengan bungkusnya dan yang satu tidak terbungkus, mana yang akan kau ambil? ” dan aku menjawab “ ya pasti yang terbungkus lah, kalo yang tidak terbungkus kan lebih kotor” begitulah perumpamaan sederhana dari seorang muslimah yang memang seharusnya menutup aurat. walopun di jaman sekarang banyak juga yang berhijab tetapi tindakan-nya lebih buruk, tetapi minimal, apa yang aku niatkan mudah-mudahan di restui dan dibimbing oleh Sang maha Kuasa untuk senantiasa tidak menyimpang dari aqidah.
2.membina mahligai rumah tangga yang sakinah, mawadah, warohmah.
sebuah keluarga harmonis yang senantiasa di landasi dengan aqidah yang benar, rasa kejujuran yang ikhlas terniat dari diri sendiri, komunikasi yang berbobot, curahan cinta kasih yang tak pernah terhenti, dan selalu saling mengerti, bahu membahu memupuk rasa cinta, saling mengingatkan dikala salah, saling menahan emosi disaat marah, dan tidak pernah gengsi untuk selalu minta maaf kepada pasangan.
kejujuran dan komunikasi adalah landasan yang paling dasar, tanpa kedua-nya maka sebuah jalinan rumah tangga akan hancur.
rasa egois untuk tidak mau menghentikan pertengkaran itu bukan sikap yang bijak. semakin tinggi ilmu, semakin tambah usia, harusnya kita lebih bijak menyikapi keadaan.
jangan terlalu berbangga bisa membalikan keadaan disaat kita salah dan kita berusaha menutupi-nya dengan melempar kesalahan pd pasangan. saat kita salah, berusahalah tidak membawa masalah menjadi lebar, cukup dengan 2 kata saja “maafkan aku” maka semua akan selesai. kepandaian kita bersikap dengan bijak menunjukan tingkat kedewasaan seseorang dalam hidupnya. jangan pernah mengaku bahwa dirinya paling benar dan paling pintar. jangan pernah juga meng claim bahwa “tanpa aku hidupmu tidak akan bisa jalan” itu sikap yang arogan. jika suatau saat kekuatan dan rizky kita di cabut oleh yang maha kuasa, kita mau apa ? maka janganlah menjadi sombong disaat kita bisa berguna bwt orang lain.
harusnya di saat kita bisa saling berbagi, saling membantu, saling bijak menyelesaikan masalah, saling meminta maaf, saling jujur, saling mengerti dan menerima, itu kita harus banyak bersyukur, karena artinya kita sudah di bimbing oleh yang maha Kuasa untuk senantiasa bertahan dalam aqidah yang benar dan kita bisa bertahan di dalam badai pernikahan
jangan pernah menutupi hal yang kecil kepada orang terdekat kita, kepada pasangan kita. karena pasangan adalah “Sigaring Nyowo” atau dalam bahasa NOAH-nya “separuh dari diri kita (separuh aku adalah kamu). itulah mengapa istri itu dalam bahasa jawa disebut garwo, karena seorang istri adalah sigaring nyowo suami, setengah dari nyawa suami. jadi harus seiring sejalan dengan harmonis menghabiskan sisa hidup yang entah kapan kita akan di panggil.
jangan terlalu mudah mengucapkan kata “pisah” apalagi untuk seorang imam bagi keluarga. mempertahankan itu memang sulit, tetapi jika itu berhasil artinya engaku telah lulus dari ujian yang Allah berikan. apa sebenarnya yng kita cari dalam hidup, belum tentu akan kita dapatkan pasangan hidup yang lebih baik dari yang kita punya saat ini, pasangan hidup yang sangat menyayangi dan mencintai seperti yang Allah SWT berikan saat ini. Allah hanya sedang menguji kita saat kita ada masalah, dan saat kita lolos dalam ujian Allah SWT akan meninggikan derajat kita, membuka pintu-pintu rizky dari segala penjuru untuk kita, isnya allah amin :)
coba bayangkan, jika kita masih saling menyakiti, belum bertaubat ,sedang besok ajal sudah didepan mata, Allah SWT tidak akan memberi waktu lagi untuk kita, dan hanya ratapan penyesalan yang ada di alam barzah. dan aku memastikan untuk diriku sendiri, aku tidak akan mempertaruhkan itu. jadi sebelum kita menyesal, inilah yang sekarang sedang ku jalani. semoga esok, Allah SWT membisikan kepada hati yang masih menyimpan dendam, menyimpan amarah, tidak jujur, tidak terbuka, untuk bisa kembali kepada fitrahnya sebagai sigaring Nyowo buat pasangan-nya. amin, teriring doa malamku, ampuni aku ya Allah jika dalam berucap ada satu kesalahan yang menyinggung hati, semoga ENGKAU ya Allah, menghembuskan kesabaran dan rasa cinta kasih yang lebih besar kepada kami.
Bukankah damai itu lebih indah ?
Kenapa kita tidak menghabiskan hari hari tersisa ini sebagai ladang ibadah buat kita supaya bekal kita makin banyak untuk di bawa ke Syurga ? :)
Masih ingat kan cerita bijak di bawah ini ? aku kutip lagi ya supaya kita bisa lebih paham kenapa istri atau suami itu adalah sigaring nyowo (garwo) untuk kita :)
Cerita bijak berikut ini mungkin dapat merubah pandangan tersebut dan membuat seseorang ingin memiliki suami atau istrinya sampai akhir hayat.
Seorang dosen mengadakan permainan kecil kepada mahasiswanya yang sudah berkeluarga dan meminta 1 org maju ke papan tulis.
Dosen: “Tulis 10 nama yang paling dekat dengan anda”, lalu mahasiswa tsb menulis 10 nama, ada nama tetangga, orang tua, teman kerja, istri, anaknya dst.
Dosen: “sekarang silahkan pilih 7 diantaranya yang sekiranya anda ingin hidup terus bersama nya”, mahasiswa itu mencoret 3 nama.
Dosen: “coret 2 nama lagi”, tinggallah 5 nama.
Dosen: “coret lagi 2 nama”, tersisalah 3 nama yaitu nama orang tua, istri & anaknya.
Suasana kelas hening. Mereka mengira semua sudah selesai & tak ada lagi yg harus dipilih.
Tiba2 Dosen berkata : “silahkan coret 1 nama lagi!”, mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu mencoret nama orang tuanya secara perlahan.
Dosen: “silahkan coret 1 nama lagi!”, hati sang mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur & lambat laun mencoret nama anaknya dan mahasiswa itupun menangis.
Setelah suasana tenang sang Dosen
bertanya kepada Mahasiswa itu. “Kau tidak memilih orang tua yg membesarkan Anda, tidak juga memilih anak yg darah dagingmu, sedang istri itu bisa dicari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih istrimu?”
Semua orang didalam kelas terpana menunggu jawaban dari Mahasiswa itu.
Lalu sang Mahasiswa itu berkata, “Seiring waktu berlalu, orang tua saya akan pergi & meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa lalu menikah anak mungkin bisa merawat kita, tetapi kalo menantu-nya tidak sayang dengan kita, kita mau apa ?, stlh itu pasti meninggalkan saya juga. Sedangkan yg benar2 bisa menemani saya dlm hidup ini hanyalah ISTRI saya.
Orang tua & anak bukan saya yg memilih tapi Tuhan yang menganugerahkan, tapi saya yg memilih sendiri ISTRI saya dari seluruh wanita yg ada.

Hello Walikota JakBar, Gubernur Kita Jokowi Atau Fauzi Bowo Tho ?

Hari ini, minggu 21 oktober 2012

Setengah mengantuk melajukan kendaraan ke bandara soeta. sambil mendengarkan music, tiba-tiba terheran-heran melihat satu baliho segede gaban bertuliskan “Selamat berjuang duta olah raga DKI Jakarta – tertanda gubernur DKI Jakarta – Fauzi bowo”

Hello bapak walikota jakarta barat, bukankah gubernur kita sudah ganti ? kenapa baliho ini masih terpajang di tol menuju bandara…. sebelum gerbang tol kapuk kamal. saran saya sih…..kalopun masih mau di pajang ya tambahin saja kata “mantan” di depan tulisan “gubernur DKI” atau lebih sopan-nya lagi, di ganti atuh pak….dengan gambar gubernur yang baru……hadeeeewwwhhh (*pripun tho panjenengan) 

*

*Foto di ambil saat perjalanan pulang dari bandara di hari yg sama, 21 oktober 2012*

” Mimpi yang Sempurna “

Ketika sepotong mimpi masa kecil, kembali menari di pelupuk mata. menyaksikan tawa riang bocah-bocah yang berkejaran di TK Al Ihsan…..jadi teringat sebuah mimpi masa kecil. seorang gadis mungil berambut sepanjang pinggul yang ditanya oleh gurunya,” ade kalo sudah besar mau jadi apa ?” dan dengan polosnya gadis kecil itu menjawab,” doktel, bu gulu” :)

Dan gadis mungil polos itu, hari ini sedang tersenyum sendiri mengingat masa kecil yang tak kesampaian. yah, itulah cita-citaku yang kandas seiring waktu yang berlalu begitu cepat. nasib tidak membawaku ke dalam kemujuran untuk menjadi seorang dokter yang bisa mengabdi untuk masyarakat. kegagalan UMPTN sudah membuatku memutar haluan untuk mempelajari ilmu-ilmu kimia.

sudahlah, semua sudah berlalu, tak ada yang perlu di sesali. masih banyak waktu untuk mengejar impian-impian yang lain :) “lalu apa impianmu sekarang diajeng ?” jleeeeebb…..pertanyaan itu sangat menghujam lapisan hati terdalam (lebay-nya kambuh). aku berfikir “iya ya…..di usiaku yang sekarang, apalagi yang aku impikan ?” lama merenung dalam angan yang melambung jauh. impian-impian yang tidak mungkin lagi di raih, satu persatu ku coret dengan tinta merah. muncul impian-impian sederhana ” ingin membahagiakan orang tua selagi sempat”……”ingin membahagiakan orang-orang tercinta selagi masih ada waktu” tapi  itu kan tidak spesifik diajeng ?

Bukankah kamu pernah belajar tentang cara membangun mimpi ? SMART (Specific, Measurable, Achievable, RealisticTime Based) dengan menuliskan apa mimpimu di sebuah kanvas besar (kalo perlu), memajang target impianmu jika mungkin, kemudian kamu membuat rencana-rencana yang matang, memuwudkan-nya step by step…..ahay…..benar juga. aku berfikir keras untuk melukiskan satu mimpi yang bisa dijadikan jembatan meraih mimpi-mimpiku yang lain. Tidak mungkin selama-nya harus berangkat pagi, naik jemputan, bekerja 8 jam, di pulangin ke rumah, capek, akhirnya tidur lagi. dan begitu terus dan terus, seakan robot yang jika usia telah lanjut hanya tinggal termenung menunggu nasib.

“Masa kamu mau seperti itu terus diajeng ?” nanti saat waktunya pensiun, kamu hanya bisa menikmati masa tuamu dengan berpangku tangan, tanpa bisa menikmati hasil kerja-mu….tanpa punya bekal yg cukup yang bisa kamu berikan untuk anak cucumu…..tragis.

Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. sebelum waktuku habis, sebelum ragaku mulai lunglai ditelan waktu…..akan ku bangun sebuah mimpi besar. mimpi yang bisa membuatku berarti buat orang-orang yang aku cintai, aku kasihi…..untuk anak-anakku kelak jika mereka telah dewasa. untuk bekal  mereka di masa depan…..

semoga, satu angan yang sudah ku tulis di cakrawala itu  bisa kudekap erat, ku gapai dan kubawa pulang, Allah SWT akan membimbing langkahku, menuntun jalanku dan memberiku kemudahan……mimpi yang terbungkus dengan keindahan cinta kasih dan doa, mimpi yang  tak kan pernah padam karena akan selalu ada semangat di balik pancaran mata orang-orang yang ku cintai…..Tuhan, ijinkan aku menggapai-nya dengan sempurna, sesempurna mimpiku…….yah….mimpi yang sempurna…semoga :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.