“Ciuman dari Syurga”

mawarmerah3

Malam itu kian mencekam, tatkala ku lirik jam sudah menunjukan pukul 23.00. ini bener-bener kelewatan, harusnya jam segini aku sudah harus memasuki babak kedua dalam impian yang menerbangkanku ke langit ke sebelas 😀 ini kenapa mata sulit sekali terpejam. Duhai separuh hati, apakah nun jauh di sana dikau juga masih terjaga. mencoba kembali bersembunyi di dalam selimut, dengan lampu kamar yg sudah remang supaya lebih cepat terlelap. sesekali menghadap ke kanan, serasa ada yang tidur di sebelah kiriku, berbalik menghadap ke kiri, serasa ada yang melihat di sebelah kananku, mahluk apa itu atau hanya bayangan perasaan karena sedang di tinggal jauh.
terduduk diam memeluk guling, menyalakan kembali lampu kamar. mengambil 4 buah al Qur’an. satu ku taruh di atas bantal, satu di kanan, satu dikiri, dan satunya ku dekap erat, berharap bisa sedikit menenangkan dan bisa terlelap pulas.
Duhai malam,bawa segera aku ke dalam lelap, agar esok bisa ku bangun subuhku dengan sempurna. kalimat takbir dan tasbih mulai mengalun lembut dari bibirku yang mungil. seiring gerakan tanganku yang makin melemah menghitung satu demi satu butiran tasbih, “subhanallohi wal hamdulillahi wala illaha illalloh hu allohu akbar, astaghfirulloh hal adzim”
Dan malampun menggigit sempurna, ketika samar-samar aku seperti berada di suatu tempat yang di penuhi awan putih. Tubuhku yang mungil berbalut sutra putih tergerai memanjang layaknya gaun pengantin. Berjalan di sebelahku seorang ibu yang tiada bisa ku lihat wajahnya. Dia menggandeng tanganku lembut dan membawaku menaiki satu demi satu tangga yang dikiri kanan-nya hanya terdapat awan putih.
Akupun sampai pada semua ujung tangga, yang di depannya hanya ada hamparan awan dan setitik cahaya terang. Akupun tertunduk dan seketika bertanya,
“Wahai ibu, dimanakah ini ? aku tidak mengenali tempat ini,”kataku
“Anakku, kau masih ada di duniamu, aku hanya ingin membersihkan hatimu saja,” sahutnya
Ibu itupun melanjutkan bicaranya,” Anakku, apakah kau menyayangi ayahmu ?” katanya pelan
Akupun mengangguk,”ya ibu, aku sangat menyayangi orang tuaku,” sahutku
Ibu itu menepuk bahuku halus,” Karena kau sayang orang tuamu, maka berhijablah anakku, perbaiki akhlakmu, tutuplah auratmu, sebagaimana firman Allah surat Al Ahzab : 59, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anakmu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
mulai-lah menuju kebaikan, keteguhan iman, jadikan lisan-mu, tangan-mu, mata-mu, dan seluruh anggota tubuhmu sebagai ladang ibadah, bersihkan hatimu dari rasa iri dengki dan kesombongan, jauhi semua yang di larang oleh Tuhan-mu dan taati semua perintah-NYA, niscaya engkau akan kembali ke sini dalam keadaan sholihah. dan ketika waktu itu tiba, kamu boleh masuk ke syurga Allah SWT dari pintu manapun yang kamu suka.” katanya lembut
Ibu itu mencium keningku dengan hangat, dan dia berjalan menjauh…jauh dan menghilang. dan akupun terjaga dalam mimpi yang sempurna.
Ya Allah yang maha pemberi mimpi, terima kasih masih memberikan waktu untuk memperbaiki diri, semoga hari ini adalah titik dimana aku mulai bisa melangkah menyusuri jalan-jalan kebaikan di depan sana. Ciuman dari syurga itu, telah membawaku kembali ke pelukan Sang Penguasa hati.

665729kxlziwnvoh

(*Tulisan ini di posting juga di rangkaian tulisan saya di http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2013/03/01/ciuman-dari-syurga-539285.html)

“Harga Seorang Pembuat Formula”

Sekolah setinggi bintang  untuk mendapat gelar Sarjana Kimia.
Kepala puyeng otak selalu manteng hanya untuk menghafal reaksi semata.
 
Lulus dengan nilai bagus supaya dapet kerja dengan mulus.
Dapet perusahaan bagus yang kata orang pasti gede fulus
 
Tak disangka, Setiap haripun masih berkutet dengan reaksi-reaksi kimia
Tangan rusak, paru-parupun  terkontaminasi berbagai  macam senyawa
 
Nyiptain banyak produk yang merajai dunia usaha
Tak ada satu orangpun yang tidak mengenal produk yang ku cipta
 
Tapi mengapa karirku begini-begini saja
Ini salah siapa sebenarnya ?
Apa harus mencari pengusaha yang masih punya  hati dan jiwa
Supaya lebih di pandang dengan tidak sebelah mata
Atau kah lebih baik mencipta sendiri satu usaha
 
Duhai pengusaha,
Seberapa besar engkau menghargai seorang pembuat formula ?
(*Puisi ini di posting juga di rangkaian tulisan saya di http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/03/01/harga-seorang-pembuat-formula-539254.html)
Image

“Garwo Itu Sigaring Nyowo, Cintai Dia Dalam Suka Dan Duka”

3 hari yang lalu, aku mendapat satu pertanyaan “ apa tujuan hidupmu sebenarnya?”
aneh kedengaran-nya. di saat usia sdh dewasa, msh terbersit pertanyaan itu tp nggak papa, ini satu pertanyaan simple yang aku sendiri harus bijak menjawabnya.
di usia yg sdh tidak lagi ABG, di saat kita tidak tahu kapan kita akan di panggil, mungkin nanti malam, mungkin besok, mungkin sebulan lagi, setahun lagi, atau alhamdulillah jika 70 tahun lagi 🙂 yang ada dalam fikiran hanyalah “ bagaimana menjalani sisa hidup ini menjadi orang yang baik dan selalu berbuat baik untuk orang-orang yg kita cintai”
apa step-stepnya diajeng ?
baik….ini yang sedang dan ingin selalu di lakukan sesuai niat hati terdalam
1.Bertaubat
Bertaubat adalah jembatan supaya kita bisa melangkah ke arah yang lebih baik. bertaubat artinya kita berjanji pada Allah SWT dan pada diri sendiri untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahan dimasa lalu, meninggalkan kemungkaran-kemungkaran yang tidak sesuai aqidah dan mulai untuk menjalankan semua perintah-NYA
“apa realisasi yang sudah kamu lakukan diajeng ? melakukan sholat taubatan nasuha dan berhijab.
Pernah mendengar seorang gadis kecil yang berkata polos “kalo kita tdk menggunakan jilbab, maka sholat kita dan doa-doa kita untuk orang tua tidak akan di terima sama Allah SWT”
astaghfirullah, terlepas itu benar atau tidak (*maklum ilmu-nya belum nyampai) tapi itu hal positif yang memang tidak ada ruginya untuk dilakukan, bukankah agama kita juga menganjurkan kita menutup aurat ?
Pernah suatu ketika mendapat sindiran,” jika ada 2 permen yang jatuh, yang satu masih lengkap dengan bungkusnya dan yang satu tidak terbungkus, mana yang akan kau ambil? ” dan aku menjawab “ ya pasti yang terbungkus lah, kalo yang tidak terbungkus kan lebih kotor” begitulah perumpamaan sederhana dari seorang muslimah yang memang seharusnya menutup aurat. walopun di jaman sekarang banyak juga yang berhijab tetapi tindakan-nya lebih buruk, tetapi minimal, apa yang aku niatkan mudah-mudahan di restui dan dibimbing oleh Sang maha Kuasa untuk senantiasa tidak menyimpang dari aqidah.
2.membina mahligai rumah tangga yang sakinah, mawadah, warohmah.
sebuah keluarga harmonis yang senantiasa di landasi dengan aqidah yang benar, rasa kejujuran yang ikhlas terniat dari diri sendiri, komunikasi yang berbobot, curahan cinta kasih yang tak pernah terhenti, dan selalu saling mengerti, bahu membahu memupuk rasa cinta, saling mengingatkan dikala salah, saling menahan emosi disaat marah, dan tidak pernah gengsi untuk selalu minta maaf kepada pasangan.
kejujuran dan komunikasi adalah landasan yang paling dasar, tanpa kedua-nya maka sebuah jalinan rumah tangga akan hancur.
rasa egois untuk tidak mau menghentikan pertengkaran itu bukan sikap yang bijak. semakin tinggi ilmu, semakin tambah usia, harusnya kita lebih bijak menyikapi keadaan.
jangan terlalu berbangga bisa membalikan keadaan disaat kita salah dan kita berusaha menutupi-nya dengan melempar kesalahan pd pasangan. saat kita salah, berusahalah tidak membawa masalah menjadi lebar, cukup dengan 2 kata saja “maafkan aku” maka semua akan selesai. kepandaian kita bersikap dengan bijak menunjukan tingkat kedewasaan seseorang dalam hidupnya. jangan pernah mengaku bahwa dirinya paling benar dan paling pintar. jangan pernah juga meng claim bahwa “tanpa aku hidupmu tidak akan bisa jalan” itu sikap yang arogan. jika suatau saat kekuatan dan rizky kita di cabut oleh yang maha kuasa, kita mau apa ? maka janganlah menjadi sombong disaat kita bisa berguna bwt orang lain.
harusnya di saat kita bisa saling berbagi, saling membantu, saling bijak menyelesaikan masalah, saling meminta maaf, saling jujur, saling mengerti dan menerima, itu kita harus banyak bersyukur, karena artinya kita sudah di bimbing oleh yang maha Kuasa untuk senantiasa bertahan dalam aqidah yang benar dan kita bisa bertahan di dalam badai pernikahan
jangan pernah menutupi hal yang kecil kepada orang terdekat kita, kepada pasangan kita. karena pasangan adalah “Sigaring Nyowo” atau dalam bahasa NOAH-nya “separuh dari diri kita (separuh aku adalah kamu). itulah mengapa istri itu dalam bahasa jawa disebut garwo, karena seorang istri adalah sigaring nyowo suami, setengah dari nyawa suami. jadi harus seiring sejalan dengan harmonis menghabiskan sisa hidup yang entah kapan kita akan di panggil.
jangan terlalu mudah mengucapkan kata “pisah” apalagi untuk seorang imam bagi keluarga. mempertahankan itu memang sulit, tetapi jika itu berhasil artinya engaku telah lulus dari ujian yang Allah berikan. apa sebenarnya yng kita cari dalam hidup, belum tentu akan kita dapatkan pasangan hidup yang lebih baik dari yang kita punya saat ini, pasangan hidup yang sangat menyayangi dan mencintai seperti yang Allah SWT berikan saat ini. Allah hanya sedang menguji kita saat kita ada masalah, dan saat kita lolos dalam ujian Allah SWT akan meninggikan derajat kita, membuka pintu-pintu rizky dari segala penjuru untuk kita, isnya allah amin 🙂
coba bayangkan, jika kita masih saling menyakiti, belum bertaubat ,sedang besok ajal sudah didepan mata, Allah SWT tidak akan memberi waktu lagi untuk kita, dan hanya ratapan penyesalan yang ada di alam barzah. dan aku memastikan untuk diriku sendiri, aku tidak akan mempertaruhkan itu. jadi sebelum kita menyesal, inilah yang sekarang sedang ku jalani. semoga esok, Allah SWT membisikan kepada hati yang masih menyimpan dendam, menyimpan amarah, tidak jujur, tidak terbuka, untuk bisa kembali kepada fitrahnya sebagai sigaring Nyowo buat pasangan-nya. amin, teriring doa malamku, ampuni aku ya Allah jika dalam berucap ada satu kesalahan yang menyinggung hati, semoga ENGKAU ya Allah, menghembuskan kesabaran dan rasa cinta kasih yang lebih besar kepada kami.
Bukankah damai itu lebih indah ?
Kenapa kita tidak menghabiskan hari hari tersisa ini sebagai ladang ibadah buat kita supaya bekal kita makin banyak untuk di bawa ke Syurga ? 🙂
Masih ingat kan cerita bijak di bawah ini ? aku kutip lagi ya supaya kita bisa lebih paham kenapa istri atau suami itu adalah sigaring nyowo (garwo) untuk kita 🙂
Cerita bijak berikut ini mungkin dapat merubah pandangan tersebut dan membuat seseorang ingin memiliki suami atau istrinya sampai akhir hayat.
Seorang dosen mengadakan permainan kecil kepada mahasiswanya yang sudah berkeluarga dan meminta 1 org maju ke papan tulis.
Dosen: “Tulis 10 nama yang paling dekat dengan anda”, lalu mahasiswa tsb menulis 10 nama, ada nama tetangga, orang tua, teman kerja, istri, anaknya dst.
Dosen: “sekarang silahkan pilih 7 diantaranya yang sekiranya anda ingin hidup terus bersama nya”, mahasiswa itu mencoret 3 nama.
Dosen: “coret 2 nama lagi”, tinggallah 5 nama.
Dosen: “coret lagi 2 nama”, tersisalah 3 nama yaitu nama orang tua, istri & anaknya.
Suasana kelas hening. Mereka mengira semua sudah selesai & tak ada lagi yg harus dipilih.
Tiba2 Dosen berkata : “silahkan coret 1 nama lagi!”, mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu mencoret nama orang tuanya secara perlahan.
Dosen: “silahkan coret 1 nama lagi!”, hati sang mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur & lambat laun mencoret nama anaknya dan mahasiswa itupun menangis.
Setelah suasana tenang sang Dosen
bertanya kepada Mahasiswa itu. “Kau tidak memilih orang tua yg membesarkan Anda, tidak juga memilih anak yg darah dagingmu, sedang istri itu bisa dicari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih istrimu?”
Semua orang didalam kelas terpana menunggu jawaban dari Mahasiswa itu.
Lalu sang Mahasiswa itu berkata, “Seiring waktu berlalu, orang tua saya akan pergi & meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa lalu menikah anak mungkin bisa merawat kita, tetapi kalo menantu-nya tidak sayang dengan kita, kita mau apa ?, stlh itu pasti meninggalkan saya juga. Sedangkan yg benar2 bisa menemani saya dlm hidup ini hanyalah ISTRI saya.
Orang tua & anak bukan saya yg memilih tapi Tuhan yang menganugerahkan, tapi saya yg memilih sendiri ISTRI saya dari seluruh wanita yg ada.

Hello Walikota JakBar, Gubernur Kita Jokowi Atau Fauzi Bowo Tho ?

Hari ini, minggu 21 oktober 2012

Setengah mengantuk melajukan kendaraan ke bandara soeta. sambil mendengarkan music, tiba-tiba terheran-heran melihat satu baliho segede gaban bertuliskan “Selamat berjuang duta olah raga DKI Jakarta – tertanda gubernur DKI Jakarta – Fauzi bowo”

Hello bapak walikota jakarta barat, bukankah gubernur kita sudah ganti ? kenapa baliho ini masih terpajang di tol menuju bandara…. sebelum gerbang tol kapuk kamal. saran saya sih…..kalopun masih mau di pajang ya tambahin saja kata “mantan” di depan tulisan “gubernur DKI” atau lebih sopan-nya lagi, di ganti atuh pak….dengan gambar gubernur yang baru……hadeeeewwwhhh (*pripun tho panjenengan) 

*

*Foto di ambil saat perjalanan pulang dari bandara di hari yg sama, 21 oktober 2012*

” Mimpi yang Sempurna “

Ketika sepotong mimpi masa kecil, kembali menari di pelupuk mata. menyaksikan tawa riang bocah-bocah yang berkejaran di TK Al Ihsan…..jadi teringat sebuah mimpi masa kecil. seorang gadis mungil berambut sepanjang pinggul yang ditanya oleh gurunya,” ade kalo sudah besar mau jadi apa ?” dan dengan polosnya gadis kecil itu menjawab,” doktel, bu gulu” 🙂

Dan gadis mungil polos itu, hari ini sedang tersenyum sendiri mengingat masa kecil yang tak kesampaian. yah, itulah cita-citaku yang kandas seiring waktu yang berlalu begitu cepat. nasib tidak membawaku ke dalam kemujuran untuk menjadi seorang dokter yang bisa mengabdi untuk masyarakat. kegagalan UMPTN sudah membuatku memutar haluan untuk mempelajari ilmu-ilmu kimia.

sudahlah, semua sudah berlalu, tak ada yang perlu di sesali. masih banyak waktu untuk mengejar impian-impian yang lain :) “lalu apa impianmu sekarang diajeng ?” jleeeeebb…..pertanyaan itu sangat menghujam lapisan hati terdalam (lebay-nya kambuh). aku berfikir “iya ya…..di usiaku yang sekarang, apalagi yang aku impikan ?” lama merenung dalam angan yang melambung jauh. impian-impian yang tidak mungkin lagi di raih, satu persatu ku coret dengan tinta merah. muncul impian-impian sederhana ” ingin membahagiakan orang tua selagi sempat”……”ingin membahagiakan orang-orang tercinta selagi masih ada waktu” tapi  itu kan tidak spesifik diajeng ?

Bukankah kamu pernah belajar tentang cara membangun mimpi ? SMART (Specific, Measurable, Achievable, RealisticTime Based) dengan menuliskan apa mimpimu di sebuah kanvas besar (kalo perlu), memajang target impianmu jika mungkin, kemudian kamu membuat rencana-rencana yang matang, memuwudkan-nya step by step…..ahay…..benar juga. aku berfikir keras untuk melukiskan satu mimpi yang bisa dijadikan jembatan meraih mimpi-mimpiku yang lain. Tidak mungkin selama-nya harus berangkat pagi, naik jemputan, bekerja 8 jam, di pulangin ke rumah, capek, akhirnya tidur lagi. dan begitu terus dan terus, seakan robot yang jika usia telah lanjut hanya tinggal termenung menunggu nasib.

“Masa kamu mau seperti itu terus diajeng ?” nanti saat waktunya pensiun, kamu hanya bisa menikmati masa tuamu dengan berpangku tangan, tanpa bisa menikmati hasil kerja-mu….tanpa punya bekal yg cukup yang bisa kamu berikan untuk anak cucumu…..tragis.

Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. sebelum waktuku habis, sebelum ragaku mulai lunglai ditelan waktu…..akan ku bangun sebuah mimpi besar. mimpi yang bisa membuatku berarti buat orang-orang yang aku cintai, aku kasihi…..untuk anak-anakku kelak jika mereka telah dewasa. untuk bekal  mereka di masa depan…..

semoga, satu angan yang sudah ku tulis di cakrawala itu  bisa kudekap erat, ku gapai dan kubawa pulang, Allah SWT akan membimbing langkahku, menuntun jalanku dan memberiku kemudahan……mimpi yang terbungkus dengan keindahan cinta kasih dan doa, mimpi yang  tak kan pernah padam karena akan selalu ada semangat di balik pancaran mata orang-orang yang ku cintai…..Tuhan, ijinkan aku menggapai-nya dengan sempurna, sesempurna mimpiku…….yah….mimpi yang sempurna…semoga 🙂

“Unik dan Ajaib, Siapa Dia ?”

Orang bilang, wanita itu ajaib. ajaibnya dimana ai ? perasaan biasa saja. wanita itu justru lebih sering di katakan mahluk lemah, yang doyan nangis, yang dikit-dikit curhat, dikit-dikit mewek, dikit-dikit tersinggung, kadang lebay berkepanjangan, belum lagi narsis yang suka kelewatan 😀 trus ajaibnya dimana ?

inilah uniknya…..coba tunjuk tangan, siapa dari teman-teman semua yang tidak memerlukan wanita ? hahaha…..ya iyalah ai…semua juga butuh wanita, sebagaimana lo juga butuh pria…..dudutz lo ah…..:p

eiiitz, nyantai dulu, dilarang protes dulu atuh….coba kita lihat yuk…wanita itu sumber inspirasi sebagian pengarang lagu dalam menciptakan lagu-lagunya lho….coba judul lagu yang pakai nama wanita, lebih banyak dari nama pria kan ? ibu kita kartini (mana ada bapak kita kartono), camelia – ebiet, carmila – farid hardja, shepia – sheila on 7, nona lisa – chrisye, nah tuh…kebanyakan nama wanita kan ? kalo nama pria palingan bang toyib-nya wali……hehehehehe…..jadi bener banget kalo wanita itu adalah sumber inspirasi terindah (*kipas-kipas)

ajaibnya apalagi ai ? hayuk kita intip galery lukisan para pelukis ternama, pasti obyek lukisannya lebih banyak kaum wanita kan ? kenapa ? karena wanita itu indah di pandang dari segala penjuru. depan, belakang, kanan,kiri, atas bawah (*halah narsisnya kumat, iyalah kan gue wanita……wikikikiki) 😀

serius atuh ai…..ni bahasannya jangan narsis gitu, nanti yang baca pada protes 🙂 iya…serius nich…..wanita adalah pesona keajaiban dunia. dia adalah mahluk cantik, unik, antik dan memiliki daya tarik luar biasa. matanya tajam bagaikan sinar ultraviolet. kecantikan-nya adalah sumber inspirasi para pujangga, para seniman, para fotografer. Fisiknya yang terlihat lemah gemulai, sesungguhnya adalah fisik yang multifungsi.Dia tercipta dari lebih dari 200 organ yang senantiasa bergerak agar bisa senantiasa menjalankan semua tugasnya.

Dia harus mampu menciptakan kebahagiaan di rumah, menjadi anak yang berbakti untuk orang tuanya, menjadi istri yang berbakti untuk suami-nya, membuat hidangan yang enak-enak untuk keluarganya, mengandung anak-anak, melahirkan dengan taruhan nyawa, mengasuh anak-anaknya dengan sabar,mencari nafkah untuk membantu suami-nya dan masih banyak lagi….Dia adalah mahluk yang sangat hebat,  dan orang hebat itu adalah wanita, ibumu, adik perempuanmu dan istrimu.

Allah SWT menciptakan mahluk ajaib ini tidak dengan sekali jadi.pancaran kehangatan-nya di ambil dari matahari, kilauan-nya di ambil dari bintang-bintang,kelembutannya di ambil dari embun pagi, kelezatan-nya di ambil dari madu,kesabarannya di ambil dari samudra,sentuhan kelembutan tangannya di ambil dari zakharif….subhanalloh….sungguh maha dahsyat ciptaan Alloh SWT.

banggalah kalian wahai para pria karena memiliki wanita, memiliki ibu, memiliki saudara perempuan dan memiliki istri…..maka sayangilah mereka. cintailah dengan hati yang  jujur dan ikhlas. jangan pernah membuatnya mengeluarkan air mata, jangan pernah menduakan hatinya yang tulus….

wanita sholehah adalah ladang syurga untukmu, genggamlah tangannya yang mungil untuk menuju syurga-NYA, rengkuhlah dalam dekapan cinta yang agung, persembahkanlah kejujuran hati dalam cinta yang suci, bahagiakanlah karena hanya dia teman hidupmu sampai akhir hayat dan muliakanlah dia sebagaimana engkau memuliakan ibu yang melahirkanmu. Insya Alloh syurga akan menantimu, menanti  pria-pria yg berbakti pada ibu-nya, menanti pria-pria yang membahagiakan istrinya…..pasti ! 

 

Sekarang…..pulanglah, ungkapkan beribu rasa cinta untuk ibu dan istrimu…..berjanjilah untuk selalu membuatnya tersenyum bahagia karena memilikimu 🙂

(sumber : 7 keajaiban wanita-ummu aulia)

“KETIKA SUNYI”

KETIKA SUNYI……………

Rindu rasanya ingin kembali ke dunia ini…..rindu akan jejak-jejak nafas yang dulu selalu mengalun indah…..goresan-goresan hati yang tak pernah berhenti berdenting…

dimana bisa kutemukan gairah itu lagi…..

ketika semua kehidupan ini berjalan begitu cepat….melesat bagaikan busur panah sang arjuna.

kini……..aku berada di antara rerimbunan bukit nan hijau, bukit berbunga yang dulu selalu kurindukan. kini aku berpijak disini…..namun…dikala sunyi….aku rindu lembah itu…..lembah dimana aku pernah menanam mawar-mawarku yang indah….

kini…sejenak aku kembali…menengok kebun yang telah lama terbengkalai…….

(*Apakabarsahabat……)

🙂