“Garwo Itu Sigaring Nyowo, Cintai Dia Dalam Suka Dan Duka”

3 hari yang lalu, aku mendapat satu pertanyaan “ apa tujuan hidupmu sebenarnya?”
aneh kedengaran-nya. di saat usia sdh dewasa, msh terbersit pertanyaan itu tp nggak papa, ini satu pertanyaan simple yang aku sendiri harus bijak menjawabnya.
di usia yg sdh tidak lagi ABG, di saat kita tidak tahu kapan kita akan di panggil, mungkin nanti malam, mungkin besok, mungkin sebulan lagi, setahun lagi, atau alhamdulillah jika 70 tahun lagi🙂 yang ada dalam fikiran hanyalah “ bagaimana menjalani sisa hidup ini menjadi orang yang baik dan selalu berbuat baik untuk orang-orang yg kita cintai”
apa step-stepnya diajeng ?
baik….ini yang sedang dan ingin selalu di lakukan sesuai niat hati terdalam
1.Bertaubat
Bertaubat adalah jembatan supaya kita bisa melangkah ke arah yang lebih baik. bertaubat artinya kita berjanji pada Allah SWT dan pada diri sendiri untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahan dimasa lalu, meninggalkan kemungkaran-kemungkaran yang tidak sesuai aqidah dan mulai untuk menjalankan semua perintah-NYA
“apa realisasi yang sudah kamu lakukan diajeng ? melakukan sholat taubatan nasuha dan berhijab.
Pernah mendengar seorang gadis kecil yang berkata polos “kalo kita tdk menggunakan jilbab, maka sholat kita dan doa-doa kita untuk orang tua tidak akan di terima sama Allah SWT”
astaghfirullah, terlepas itu benar atau tidak (*maklum ilmu-nya belum nyampai) tapi itu hal positif yang memang tidak ada ruginya untuk dilakukan, bukankah agama kita juga menganjurkan kita menutup aurat ?
Pernah suatu ketika mendapat sindiran,” jika ada 2 permen yang jatuh, yang satu masih lengkap dengan bungkusnya dan yang satu tidak terbungkus, mana yang akan kau ambil? ” dan aku menjawab “ ya pasti yang terbungkus lah, kalo yang tidak terbungkus kan lebih kotor” begitulah perumpamaan sederhana dari seorang muslimah yang memang seharusnya menutup aurat. walopun di jaman sekarang banyak juga yang berhijab tetapi tindakan-nya lebih buruk, tetapi minimal, apa yang aku niatkan mudah-mudahan di restui dan dibimbing oleh Sang maha Kuasa untuk senantiasa tidak menyimpang dari aqidah.
2.membina mahligai rumah tangga yang sakinah, mawadah, warohmah.
sebuah keluarga harmonis yang senantiasa di landasi dengan aqidah yang benar, rasa kejujuran yang ikhlas terniat dari diri sendiri, komunikasi yang berbobot, curahan cinta kasih yang tak pernah terhenti, dan selalu saling mengerti, bahu membahu memupuk rasa cinta, saling mengingatkan dikala salah, saling menahan emosi disaat marah, dan tidak pernah gengsi untuk selalu minta maaf kepada pasangan.
kejujuran dan komunikasi adalah landasan yang paling dasar, tanpa kedua-nya maka sebuah jalinan rumah tangga akan hancur.
rasa egois untuk tidak mau menghentikan pertengkaran itu bukan sikap yang bijak. semakin tinggi ilmu, semakin tambah usia, harusnya kita lebih bijak menyikapi keadaan.
jangan terlalu berbangga bisa membalikan keadaan disaat kita salah dan kita berusaha menutupi-nya dengan melempar kesalahan pd pasangan. saat kita salah, berusahalah tidak membawa masalah menjadi lebar, cukup dengan 2 kata saja “maafkan aku” maka semua akan selesai. kepandaian kita bersikap dengan bijak menunjukan tingkat kedewasaan seseorang dalam hidupnya. jangan pernah mengaku bahwa dirinya paling benar dan paling pintar. jangan pernah juga meng claim bahwa “tanpa aku hidupmu tidak akan bisa jalan” itu sikap yang arogan. jika suatau saat kekuatan dan rizky kita di cabut oleh yang maha kuasa, kita mau apa ? maka janganlah menjadi sombong disaat kita bisa berguna bwt orang lain.
harusnya di saat kita bisa saling berbagi, saling membantu, saling bijak menyelesaikan masalah, saling meminta maaf, saling jujur, saling mengerti dan menerima, itu kita harus banyak bersyukur, karena artinya kita sudah di bimbing oleh yang maha Kuasa untuk senantiasa bertahan dalam aqidah yang benar dan kita bisa bertahan di dalam badai pernikahan
jangan pernah menutupi hal yang kecil kepada orang terdekat kita, kepada pasangan kita. karena pasangan adalah “Sigaring Nyowo” atau dalam bahasa NOAH-nya “separuh dari diri kita (separuh aku adalah kamu). itulah mengapa istri itu dalam bahasa jawa disebut garwo, karena seorang istri adalah sigaring nyowo suami, setengah dari nyawa suami. jadi harus seiring sejalan dengan harmonis menghabiskan sisa hidup yang entah kapan kita akan di panggil.
jangan terlalu mudah mengucapkan kata “pisah” apalagi untuk seorang imam bagi keluarga. mempertahankan itu memang sulit, tetapi jika itu berhasil artinya engaku telah lulus dari ujian yang Allah berikan. apa sebenarnya yng kita cari dalam hidup, belum tentu akan kita dapatkan pasangan hidup yang lebih baik dari yang kita punya saat ini, pasangan hidup yang sangat menyayangi dan mencintai seperti yang Allah SWT berikan saat ini. Allah hanya sedang menguji kita saat kita ada masalah, dan saat kita lolos dalam ujian Allah SWT akan meninggikan derajat kita, membuka pintu-pintu rizky dari segala penjuru untuk kita, isnya allah amin🙂
coba bayangkan, jika kita masih saling menyakiti, belum bertaubat ,sedang besok ajal sudah didepan mata, Allah SWT tidak akan memberi waktu lagi untuk kita, dan hanya ratapan penyesalan yang ada di alam barzah. dan aku memastikan untuk diriku sendiri, aku tidak akan mempertaruhkan itu. jadi sebelum kita menyesal, inilah yang sekarang sedang ku jalani. semoga esok, Allah SWT membisikan kepada hati yang masih menyimpan dendam, menyimpan amarah, tidak jujur, tidak terbuka, untuk bisa kembali kepada fitrahnya sebagai sigaring Nyowo buat pasangan-nya. amin, teriring doa malamku, ampuni aku ya Allah jika dalam berucap ada satu kesalahan yang menyinggung hati, semoga ENGKAU ya Allah, menghembuskan kesabaran dan rasa cinta kasih yang lebih besar kepada kami.
Bukankah damai itu lebih indah ?
Kenapa kita tidak menghabiskan hari hari tersisa ini sebagai ladang ibadah buat kita supaya bekal kita makin banyak untuk di bawa ke Syurga ?🙂
Masih ingat kan cerita bijak di bawah ini ? aku kutip lagi ya supaya kita bisa lebih paham kenapa istri atau suami itu adalah sigaring nyowo (garwo) untuk kita🙂
Cerita bijak berikut ini mungkin dapat merubah pandangan tersebut dan membuat seseorang ingin memiliki suami atau istrinya sampai akhir hayat.
Seorang dosen mengadakan permainan kecil kepada mahasiswanya yang sudah berkeluarga dan meminta 1 org maju ke papan tulis.
Dosen: “Tulis 10 nama yang paling dekat dengan anda”, lalu mahasiswa tsb menulis 10 nama, ada nama tetangga, orang tua, teman kerja, istri, anaknya dst.
Dosen: “sekarang silahkan pilih 7 diantaranya yang sekiranya anda ingin hidup terus bersama nya”, mahasiswa itu mencoret 3 nama.
Dosen: “coret 2 nama lagi”, tinggallah 5 nama.
Dosen: “coret lagi 2 nama”, tersisalah 3 nama yaitu nama orang tua, istri & anaknya.
Suasana kelas hening. Mereka mengira semua sudah selesai & tak ada lagi yg harus dipilih.
Tiba2 Dosen berkata : “silahkan coret 1 nama lagi!”, mahasiswa itu perlahan mengambil pilihan yg amat sulit lalu mencoret nama orang tuanya secara perlahan.
Dosen: “silahkan coret 1 nama lagi!”, hati sang mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur & lambat laun mencoret nama anaknya dan mahasiswa itupun menangis.
Setelah suasana tenang sang Dosen
bertanya kepada Mahasiswa itu. “Kau tidak memilih orang tua yg membesarkan Anda, tidak juga memilih anak yg darah dagingmu, sedang istri itu bisa dicari lagi. Tapi mengapa anda berbalik memilih istrimu?”
Semua orang didalam kelas terpana menunggu jawaban dari Mahasiswa itu.
Lalu sang Mahasiswa itu berkata, “Seiring waktu berlalu, orang tua saya akan pergi & meninggalkan saya, sedang anak jika sudah dewasa lalu menikah anak mungkin bisa merawat kita, tetapi kalo menantu-nya tidak sayang dengan kita, kita mau apa ?, stlh itu pasti meninggalkan saya juga. Sedangkan yg benar2 bisa menemani saya dlm hidup ini hanyalah ISTRI saya.
Orang tua & anak bukan saya yg memilih tapi Tuhan yang menganugerahkan, tapi saya yg memilih sendiri ISTRI saya dari seluruh wanita yg ada.

2 Responses

  1. semoga semua berjalan sesuai rencana ya😉
    aminn

  2. Semua artikelnya sangat2 menarik untuk dibaca dan sangat dalam setra penuh makna, support U…! thanks…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: