“Don’t Stop Me Now”

(Cerita ini di ambil dari kisah nyata seorang wanita yang sedang berjuang demi hidup dan masa depannya…semoga ini bisa di jadikan bahan pembelajaran buat kita semua)

🙂

Kesedihan, kegagalan, penderitaan itulah kata-kata yang seharusnya membuat hidup Zahrani terpuruk sekarang. Kesedihan karena banyaknya masalah yang menggunung, kegagalan karena bahtera rumah tangga-nya sudah kandas dan penderitaan karena sekarang harus dia jalani kehidupan ini sendiri pasca kegagalannya itu.

Seharusnya saat ini dia sedang menangis sedih, berderai air mata, merenung tiada henti dan menjalani hari-hari tanpa semangat. tapi bukan itu yang aku lihat dari diri Zahrani. aku melihatnya begitu tegar, tidak tampak sedikitpun penderitaan terpancar dari wajahnya. Senyum sumringah itu masih tetap seperti yang dulu. Tegur sapa-nya masih seramah hari-hari kemarin. tiada yang berubah. justru aku melihat pancaran penuh semangat yang sangat menggebu untuk menjalani hari-hari sendiri yang begitu panjang.

Ada apa denganmu zahrani ? apa semuanya sedang kamu pendam, ataukan hanya di luar kau terlihat penuh semangat tapi didalam kau sudah rapuh dan menangis saat tak ada orang yang melihatmu ?

Aku mulai mendekatinya yang sedang asyik mengetik laporan, aku pandangi wajahnya yang terlihat lelah tapi tetap selalu ada senyum. aku coba bertanya tentang banyak hal, dan dia menjawab dengan sangat lugas tanpa ada beban. tanpa ada siratan kesedihan.

Dan aku mulai penasaran, aku pandang matanya dan mulai kulontarkan banyak tanya,“Zahrani, kenapa tiada kesedihan di hatimu ? padahal semuanya sudah hancur, apa kamu malah senang dan menikmati keadaan ini ?”

Dia memandangku dan kembali tersenyum. menghela nafas panjang dan menjawab,” Diajeng, kalo aku terpuruk, kalo aku menangis, kalo aku menjerit….apakah semua masalahku akan terselesaikan ? apa semua masalahku akan kembali menjadi baik ? apa rumah tanggaku akan kembali seperti semula? Tidak diajeng, aku harus hidup, bukan cuma untuk aku sendiri…tapi untuk buah hatiku dan untuk orang – orang yang aku sayangi”

🙂

Aku kembali bertanya,” apa kamu kuat menanggung semuanya ? kenapa kamu tidak berhenti sejenak untuk refreshing, menenangkan diri, mencari ketenangan jiwa dahulu baru kamu melanjutkan kehidupanmu dengan sesuatu yang baru ?”

Zahrani kembali menatapku tajam. Dia merangkul bahuku seraya berkata,” Diajeng, Waktu itu sangat berharga buatku. karena waktu tidak mungkin bisa kita beli dengan apapun. kalo hari ini aku berhenti, maka aku akan kehilangan waktuku yang seharusnya bisa ku gunakan untuk berbuat hal-hal yang baik.

🙂

Ya Tuhan, dia tersenyum seolah tidak ada beban, apakah aku akan bisa seperti Zahrani jika aku mengalami hal seperti ini. Apa aku mampu bertahan tanpa air mata jika aku harus kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup, rumah tangga yang menjadi tumpuan harapan masa depanku.

Melihat aku termenung, Zahrani menghentikan pekerjaan-nya. dia duduk dengan wajah yang sangat serius di hadapanku. Dia bilang,” Diajeng, aku masih punya harapan, dan aku ngga mau kehilangan itu. jika aku kehilangan harapan, maka aku akan kehilangan energi untuk bertahan hidup.jika aku kehilangan keberanian untuk berubah, maka aku akan kehilangan kemampuan untuk mewujudkan mimpi-mimpiku, jadi….jangan minta aku berhenti sejenak, karena aku akan kehilangan waktuku yang sangat berharga.”

🙂

Aku ikut tersenyum, dan aku berjanji dalam hati…aku ingin seperti zahrani yang bisa melewati semuanya dengan hati ikhlas, dengan hati lapang dan dengan semangat yang terus berkobar untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Aku percaya bahwa “kebaikan akan berbuah kebaikan”

“Don’t stop me now,diajeng” kalimat itu yg terus membekas dan terngiang. kenapa harus  berhenti sejenak….kenapa harus terus terpuruk sedangkan waktu semakin  cepat berjalan…..kenapa harus menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna kalo kita tahu bahwa setiap detik sangatlah berharga…berharga untuk kehidupan yang lebih baik…berharga untuk selalu berbuat baik..dan berharga untuk membuat orang-orang yang kita cintai…dan kita sayangi bisa  bahagia🙂



23 Responses

  1. Diaajeng..g,gg
    engkau akan kua t seperti zahrani..
    143….

  2. sungguh menjadi pelajaran buat saya…
    btw ada award buat sahabat di http://julianusginting.wordpress.com/2011/02/11/award-stylist/
    silahkan dijemput ya..salam

  3. sungguh salut pada pribadi yang seperti itu, asal dia juga tidak menghilangkan sebagian rasanya….

    salam buat Zahrani…😀
    buat maharani juga😀

    (Diajeng ===>yaa kang dhani, nanti salamnya tak sampaikan …buat syahrini, anang, aurel, kris dayanti juga ga sekalian…?hehehe🙂

  4. wah senengnya diajeng kembali hadir setelah sekian lama tertidur😀
    dan tetep menebar aura cinta…

    (Diajeng ===> mas, thanks sudah mampir…masih tetep aura mawar merah…hehehe )

  5. Ehmm..
    Diajeng..engkau akan seperti zahrani…
    Salam rindu buat,
    GORISS..

    (Diajeng ===> amin, semoga saja….tks nanti aku sampaikan salamnya )

  6. Diajeng….
    Salam rindu dan sayang buat,
    GORISS..

    (Diajeng ===> sww, salamnya sudah ku sampaikan…katanya salam balik dan dia bilang selamat sudah bisa hidup tanpa THB (*apaan si THB…TaHu Ba’so ya ) trus ke meraknya katanya msh perlu teman atau tidak.tks

  7. Taman,kebun dan pantai indah di merak…masih sendiri selamanya…
    Kekosongan dan kesendirian hati dpt terobati…apababila bunga segar nan harum drTHB dpt mendampingi utk SELAMANNYA.
    Mohon dpt disampaikan Diaajeng.
    trima kasih.. 143

    (Diajeng ===> sudah di sampaikan…katanya di suruh tlp/sms saja…tdk usah gengsi untuk sms katanya…(*jiah…aku seperti makcomblang nich…buka biro jodoh ah))

  8. ya benar harapan adalah kekuatan untuk bertahan hidup,serta semangad…

    salam untuk zahrani..🙂

  9. Bunga nan harum semerbak..harumnya sampai keseluruh. Penjuru Bumi..
    Ingin ku menyapamu…walau hanya melihat bungamu yg elok nan menawan…

    Salam 14443 Diajeng…

  10. smangat trus pantang nyerah…
    don’t stop me now *queen’s song*
    salam superhangat

  11. ya, jangan pernah menyerah untuk selalu berbuat kebaikan, sampai kapanpun juga.
    SALAM hangat dari Kendari. 🙂

  12. semoga kita semua memiliki kekuatan seperti itu

  13. Assalaamu’alaikum nanda Diajeng…

    Sungguh lama tidak bersapa kemari. terima kasih untuk menyapa bunda dahulu dan bunda senang dapat kembali menyatu dengan Diajeng.😀

    Sungguh bunda sangat mengkagumi peribadi seperti Zahrani di atas. walau sebanyak manapun bada melanda, kita seharusnya tidak putus harapan kerana kita masih ada banyak tugas dilakukan. kesedihan dan kesukaran atau apa sahaja, semua itu lumrah hidup dan dihadapi semua orang, cuma yang membezakannya adalah cara menangani.

    Mudahan bunda juga bisa menjadi sekuat Zahrani. Amiin. Salam sayang dari bunda di Sarikei, Sarawak.😀

  14. kangen sangat blue ya diejeung
    p cabar
    salam hangat dari blue

  15. semoga Zahrani slalu dalam lindunganNya..

  16. asalamualaikum, lewat depan rumah ade lagi..

  17. “Diajeng, kalo aku terpuruk, kalo aku menangis, kalo aku menjerit….apakah semua masalahku akan terselesaikan ?”

    masyaAllah… tegar menentang badai…
    thanks ya ceritanya🙂

  18. 🙂 🙂 🙂 tapi kalau lagi di lampu merah harus tetap berhenti ya Jeng….biar ngga kena tilang…

  19. tetep tegar dan optimis,saya rasa ini awal dari keberhasilan..

    salam sejahterah dan adem ayem

  20. dan kita pun belajar mengeja IKHLAS dari Zahrani🙂

  21. sMoga kita bisa seperti zahrani,,,,,
    amien

  22. Tetap semangat…. Salam paling super😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: