Bersyair Di Atas Lontar

putribismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi🙂

Semburat kidung jingga memancar dari satu sudut bukit berbunga. cahayanya indah bak pelangi menyusun warna…. lapis demi lapis sebagai pijakan sang bidadari menuju pemandian di taman sari.

Nampak di kejauhan satu sosok dengan busana kain sindur mayang sekar tergerai di antara angin yang berhembus syahdu, menerbangkan rambut berombak yg tergerai indah bertahtahkan sebuah mahkota bertuliskan “hur al’ain”. berjalan dengan satu senyum tersungging di bibir manja, bibir yg merah merekah yang kini lebih sering berhiaskan untaian takbir dan takhmid.

🙂

langkahnya anggun dari peraduan…menunduk dari pandangan..menyisir tangga demi tangga tamansari sekar kedaton yang penuh dengan rangkaian bunga parta manggala dan berhiaskan sepasang cengkir gading di pintu masuknya. Tubuhnya putih bersinar menghembuskan aroma bunga kasturi.

Dan tibalah di satu tamansari dengan satu ubo rampe perlengkapan mandi yang telah disiapkan oleh para dayang-dayang. bunga tujuh rupa yang bercampur rempah-rempah dan air perwitosari itu telah tersaji untuk sang “hur al’ain” itu membasuh dan membersihkan diri dari dekapan sang malam.

putrimawar

Dan selesailah sudah prosesi “siram dewi” tatkala sang “hur al ‘ain” melangkah gemulai dari tamansari sekar kedaton menuju puri busana dan disambutlah dengan denting gamelan mengalun syahdu bergemerisik di sela-sela tirai taman puri busana itu.

Setelah selesai berbusana..terlihatlah tubuhnya yg anggun ramping dengan balutan gaun putih tergerai sampai ke ujung lantai. wajahnya yg mungil tersenyum tipis di depan cermin. sang dayang memasangkan mahkotanya kembali.

lencana mawar

Sang “hur al’ain” pun berjalan ke arah sebuah pojok dimana ada cantrik yg sedang memainkan gamelan. dan ia-pun memberi tanda berhenti. sang cantrik mengangguk dan berlalu. Dewi pun tersenyum simpul dan melangkah menuju satu benda kesayangannya dia…. di sebelah ranjang mawar. jemarinya yg lentik licah memainkan satu lagu yang dia senandungkan khusus buat sang penjaga hati-nya dulu. bibirnya yg mungil bersenandung indah sambil sesekali menatap angkasa penuh kerinduan..dan inilah lagu yg pertama dari sang dewi berjudul “ Cinta Putih”

putri's harp

“ Cinta Putih”

Kapan lagi…

Kita berbincang dan berterus terang

kapan..kapankah lagi sayang

Kurasakan sunyi mencekam hatipun tersiksa

Ada Rindu Untukmu

Reff :

Seputih cinta di hatimu

Begitupun aku

tak ingin ku jauh darimu

Lembutnya sinar dimatamu

Sayang….

Kau begitu seadanya

namun bergetar sendu hati ini

Dan alunan itupun selesai, dia beranjak dan mengambil daun lontar dan tinta emas yg tersedia di balik tirai. di curahkannnya perasaan hatinya lewat beberapa lagu yg tercipta..tercipta dan tercipta tiada henti…dan semua syair itu-pun kini ada dalam puri sang dewi

Tiba-tiba dia berlari kecil mengambil sebuah gitar klasik, tetapi dia menunduk kecewa karena dawainya terputus lagi.diapun melangkah ke arah piano tua di puri sebelah. Dia memejamkan mata….bernafas sejenak dan tersenyum. rupanya dia telah kembali menghasilkan satu karya lewat senandung hati yang kini akan di mainkannya. dan lagu itupun mengalun berjudul ” Di Atas Sajadah Cinta”

piano putri

” Di Atas Sajadah Cinta”

Patah……

Tangkai yang berduri

Luka dihati

Di dalam satu mysteri

Pudar….

semua harapan

Sirna semua impian

Ternoda cinta karena dunia

Reff :

Penyesalan di dalam dada

Bersimpuhku memanggil nama-MU

Tuhan dengar doaku

Bersujud padamu

Biarlah diriku mengabdi pada-MU

Biarlah semua kini berlalu

Di bawah sajadah cinta ini

Diriku bertasbih memasrahkan jiwa

Tuhan dengar doaku

Kepasrahan yang agung

Naluri hati berkata

Teriring takbir Illahi

Memasrahkan diri aku di pangkuan

sang penjaga hati

Usai memainkan lagu itu…dia beranjak menuju beranda taman..memetik beberapa kuntum mawar dan menghiasnya di sepanjang ranjang mawar tempat peraduannya.

🙂

nada-nada putri

Mawarmerah

38 Responses

  1. waduh luar biasa kata-kata yang indah. kapan aku bisa nulis sepuitis ini ya.

    (Diajeng : ah biasa aja kak…hanya sebuah lamunan hati🙂

    • ajeng
      Aku penasaran bagaimana membuat tampilan berkilau gemerlap seperti di blog Anda.
      >>>
      Sempatkan waktu untuk menjawab di blog aku YA???
      …….
      Terima kAsih🙂😀

  2. Ada melati putih dihatiku yang gundah yang tak berawal dan berujung.Ada kisah klasik nan romantis seperti indahnya kebut teh dimalino sulawesi.

    Pasir putih di sanur itu menjadi kenangan indah kita berdua mengalun rindu asa yang yang tak berbekas.

    Duhai Allah cinta ini bersemi kembali ketika tangkai mawar itu
    jatuh di depan pelupuk mataku.
    mawar itupun kini ada dalam gengaman hatiku yang merindui cinta ini suci yang mengalun biru di Istana langit

    Sahabat biarlah orang membaca semua ini aku tak malu mengatakannya.
    Wahai mawarku apakah ini yang dinamakan Cinta

    (Diajeng :🙂

  3. indah kata-katamu, jeng. Seperti dongeng tapi begitu mengesankan sebuah realita.
    betapa bersyukurnya jika Allah menyandingku dengan al-hur al-ain, melangkah dan beranjak bersama menuju syurga

    (Diajeng : amin…hanya dongeng sebelum bobo kang dhani🙂

  4. mengalun pelan terasa indahnya

    (Diajeng :🙂 pa khabar mas ? sehat kan ?🙂

  5. boleh juga nih kata2nya..
    mantab deh he..he..

    (Diajeng : ah biasa aja her🙂

  6. Lama ngga koment disini mbak roro ayu diajeng ..
    Kala hati berkicau
    Terasa merdu suaranya
    membuat jiwa terpesona akan keindahannya
    Sehingga ndomblong aku dibuatnya

    He he … salam mbak ya..

    (Diajeng : ndomblongnya jangan lama-lama mas..ndak nanti ada nyamuk masuk🙂

  7. assalamu’alaikum,,,numpang baca2 sis’….

    (Diajeng : silahkan sis🙂

  8. 🙂

    (Diajeng :😉

  9. 🙂

    (Diajeng : uhm….🙂

  10. Makin pinter merangkai kata nih..🙂
    Membaca tulisan Diajeng membawa pembaca ke suasana kerajaan.. hehehe..

    (Diajeng : itu memang pengalaman waktu saya jadi abdi dalem kraton surokarto kang (*hayah…)😛

  11. OOT …
    gambar Pianonya bagus …
    dapat dimana ya …

    (Diajeng : dari om glitter pak…makasih kunjungannya🙂

  12. Dewiku.. pa kabar…

    kamu makin cerdas aja dewi, aku jadi tambah kesengsem.. hikz..🙂

    (Diajeng : hayah…biasa aja bi…gada yg istimewa🙂

  13. pesonamu membuat anganku melayang…😉

    (Diajeng : melayangnya jangan tinggi-tinggi bi…takut nyangkut di pohon duren🙂

  14. postinganmu membuat ku hattrick…😉

    kok comment’nya jadi nglantur… hihihi… terlena menatap keindahan pada setiap sudut tutur katamu yang terangkai indah…

    hhh… […] <== don't publish

    (Diajeng : weeiikz…itu menarik nafas panjang atau mendesah bi…kek habis jogging aja kehabisan nafas🙂

  15. wah mba saya ampe terpana nih bacanya…

    (Diajeng : untung hanya terpana bukan terpanah…waduh kalo terpanah bisa tembus ke jantung panah saya mas …hehehe🙂 salam buat si kecil ya mas🙂

  16. pagi nda🙂 (di sini msh mlm yah)

    lagu…
    ada banyak ungkapan yang diwakili oleh rangkaian kata, walau terkadang tak sepenuhnya orang mampu memahami setiap pesan yang kita bawakan dalam lagu (sajak) tersebut.

    tetaplah berkarya nda,
    kan ku habiskan malam ini dalam petikan melodymu, menanti senyum mentari pagi, yang tak pernah letih memberikan kehangatan setiap hati yang beku…

    ealaah nda.. aku iki ngomong opo tho… hihihi… tutur kataku kok jadi acak adul gini😉

    (Diajeng : met malam dunx yah..hehehe🙂 malem2 kok koment..ga nglindur tho..?😉

  17. malem, akhirnya sendiri menghabiskan lemburan….

    (Diajeng : wah..lemburane guede dunx kang dhani ?🙂

  18. Baiklah,kini giliran A yg berkata
    Tentang rangkaian kata indah tak terbantah
    Ah, lalu apa lagi yang kau tebarkan selain keindahan ini, Rani
    🙂

    (Diajeng : ah Aa…biasa aja lah…masih kalah di banding blog ownernya MJ yang punya PR 5…cieeeh…posting jam 23.00 malem pagi dini hari commentnya dah 20…gila..ck..ck..ck…🙂

  19. Mesti brkata apalagi…ada yg menggebu2 ingin aku ungkapkan sejak awal tp selalu tertahan…🙂

    (Diajeng :🙂

  20. Malam Dewiku..😉

    ingin kubawakan sebuah lagu untukmu, sebenarnya lebih asyik nyanyi di Melody Cinta, tapi dewiku saat ini membawakan postingan yang begitu memukau, hingga aku ga’ pernah bosan untuk beranjak dari sini..

    Iwan Fals – Aku Milikmu (OST Kekasih)

    ku pikir kau sudah melupakan aku
    ternyata hatimu masih membara untukku

    * waktu kan berlalu tapi tidak cintaku
    dia mau menunggu untukmu, untukmu

    reff:
    aku milikmu malam ini
    kan memelukmu sampai pagi
    tapi nanti bila ku pergi
    tunggu aku di sini

    repeat *
    repeat reff [2x]

    tunggu aku di sini
    tunggu aku di sini
    ———-
    semoga berkenan dihati para pemirsa dimanapun anda berada.. xixixi… kek acara tipi ajah..😉

    (Diajeng : Gitar yg dikamar tolong pasangin senar dunx bi….🙂

  21. aku meyempatkan untuk datang , siang menjelang sore.

    Dalam lamunanmu melukis keindahan kata.kuterusik melangkah ketika jemari ini menulis untukmu.

    Ada bait yang terbawa dalam relung hatimu yang memancar dari sudut ruang.
    Aku bertanya padamu Diaajeng apakah kau telah melukis namanya dalam hatimu.ketika kau lukis itu ada semburat wajah yang terusik memancarkan cahaya yang kilau.Hingg ia berkata Amboi kawan . Dimanakah ia ?

    dalam nyataku pamit sahabat aku pergi untuk kembali
    Selamat datang kota kecil yang indah aduh hari minggu mampir ah ke Baturaden

    (Diajeng : apa yg harus kujawab kak…memang nama-NYA telah terpatri indah di dalam hatiku. dan tak kan ada satu orangpun menggantikan-NYA di hatiku🙂

  22. aura hitam yang bersemayam pun ikut hanyut dengan desir-desir syair indah diajeng *takjub mode on*😀

    -salam- *(^_^)*

    (Diajeng : semoga tak kan ada lagi aura hitam..semua berganti putih dan bersih🙂

  23. Malem, diajeng🙂. Lihatlah betapa indah kebun mawarmu,diajeng hingga setiap jemari2 ingin menyentuh dan merasakan keindahan itu mengalir dari ujungnya hingga ke hati dan jantung yg kerap berdebar harap… Btw,Kartika Sarinya sdh siap antar bu,apa mau diambil sendiri..:D

    (Diajeng : ah lebay kang… biasa aja lagi…:P

  24. ya punya lagi kemana ya!

    (Diajeng : ada mas…nich lagi ngetik🙂

  25. daun lontar..? kayak jamannya majapahit dulu hahaha…

    sehat diajeng..??
    pernah ke masjid agung jateng??

  26. met malem…🙂

  27. ade diajeng , saya terbawa ke alammu de’ .
    oh iya itu dewi tadi abis mandi pagi atao sore yahh?
    kok ga luluran d’.

    sepertinya istananya sepi amat ya, boleh mas temani d’… yah jadi abdi dalem juga ga papa. he he

    salam hangat yyyy

  28. Wah… ^^ gambarnya lucuu… ^^ ceria sekali mbak… ^^

  29. akhir reff cinta putih, habis kata “sayang…cinta kita sederhana..” aku kira liriknya begini ” sayang…kau begitu seadanya..namun bergetar sendu hati ini…”
    akh.., mungkin aku salah kali ya…

  30. berkunjung kembali

  31. Reff :

    Seputih cinta di hatimu
    Begitupun aku
    tak ingin ku jauh darimu
    ——–
    uhm.. Dewiku.. aku juga ga’ ingin jauh darimu😉

  32. andai hidup seindah ini …

  33. Nek ngelamun jan, iso dowuuuu … diajengku ini🙄😀

  34. Wow.. Keren.. Keren

  35. menarik sekali.
    bagaimana sih caranya kok bisa begitu indah dlm merangkai kata.
    saya membaca sampai tersentuh langsung ke hati.
    hebat ya mbak ajeng ini.
    salam.

  36. duuu…hh senangnya bisa membuat susunan kata
    puisi yg begitu indah.
    saya membacanya sampai2 ikut terbawa,
    dengan keindahan yg ditawarkan di dalamnya.
    salam.

    (Diajeng : Ngaturaken gunging panuwun ingkang sanget diajeng namung ngaturaken uborampe sang hur al ain…mangayubagyo jengkaripun sang dewi tumuju sasono pasiraman🙂 lan kawulo nyuwun gunging samudro pangaksami mbok menawi anggen kawulo matur wonten kiranging tata krama miwah subosito🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: